

inNalar.com – Jembatan Mahakam atau yang juga dikenal sebagai Jembatan Mahakam I berada di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Sesuai dengan namanya, Jembatan Mahakam dibangun di atas Sungai Mahakam dan berada di wilayah Kecamatan Samarinda Seberang.
Jembatan Mahakam merupakan salah satu jembatan dengan umur yang terbilang tua di Indonesia karena pembangunannya dilakukan di zaman Presiden Soeharto.
Dilansir dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda, survei pertama sebelum dilakukannya pembangunan dilaksanakan pada 13 April 1982 oleh Gubernur Kalimantan Timur serta Menter PUPR yang menjabat pada saat itu.
Selanjutnya, pemacangan tiang pertama dilakukan pada 6 Oktober 1982 sebagai tanda dimulainya pembangunan jembatan yang melintasi Sungai Mahakam.
Proyek inii berjalan selama tiga tahun dan pada 2 Agustus 1986, Presiden Soeharto berhasil meresmikan Jembatan Mahakam bersama Gubernur Kaltim dan Menteri PUPR yang menjabat saat itu.
Meski dibangun oleh perusahaan asal Indonesia, PT Hutama Krya (Persero), dan menggunakan produk baja dalam negeri, namun, konstruksi yang dipakai adalah teknologi dari Belanda.
Teknologi tersebut adalah sistem Hollandia Kloos yang banyak dipakai dalam konstruksi jembatan-jembatan di Indonesia pada saat itu.
Selain itu, sistem Hollandia Kloos juga memiliki kelebihan dalam menopang bentanng yang panjangnya dapat mencaapai 100 meter.
Selain itu, biaya perawatan jembatan juga menjadi lebih rendah karena semua komponen baja harus melewati proses galvanis terlebih dahulu.
Adapun proses galvanis tersebut dilakukan dengan mencelupkan baja ke logam panas agar tidak mudah berkarat.
Jembatan Mahakam Sering Ditbrak Tongkang
Sungai Mahakam adalah salah satu jalur air utama yang digunakan oleh pemiliki industri untuk dapat mendistribusikan barang mereka.
Menjadi salah satu sungai yang padat dengan lalu lintas kapal kecil maupun besar, membuat Jembatan Mahakam tertabrak tongkang yang sedang lewat.
Salah satu kejadiannya adalah yang terjadi pada Agustus 2021 silam. Peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari dan langsung membuat heboh masyarakat sekitar.
Penyebab dari peristiwa menabarknya tongkang ke Jembatan Mahakam tersebut adalah karena tongkang terbawa arus.
Awalnya, tongkang terhubung dengan tugboat dengan menggunakan sebuah tali. Namun, saat tugboat berbalik arah, tali sambungan menyerempat jembatan dan akhirnya putus yang membuat tongkang terbawa arus hingga menabrak.
Peristiwa tertabraknya Jembatan Mahakam juga terjadi pada tahun 2022 lalu, lebih tepatnya pada 23 Desember 2022.
Sebuah kapal tongkang TB Mitra Anugrah I dengan mengangkut batu bara menabrak Jembatan Mahakam dengan alasan yang sama, salah satunya adalah akibat terdorong arus sungai yang sangat kuat.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi