

inNalar.com – Tanah Papua kaya akan kekayaan alamnya yang luar biasa. Tidak hanya pesona alamnya yang indah, tetapi kaya akan kebudayaan dan keanekaragaman hayatinya.
Papua juga termasuk wilayah dengan wisata alamnya yang indah dan mempesona. Banyak wisatawan lokal dan asing ingin mengunjungi tanah surga ini.
Banyak tempat-tempat tersembunyi yang belum diketahui oleh banyak orang. Lokasi yang tersebunyi membangun rasa penasaran dan jiwa petualang para pengunjung.
Baca Juga: Cara Wanita Suku Mentawai Mempercantik Diri Unik Tapi Bikin Ngilu
Apalagi jika tempat tersebut masih sedikit diketahui oleh orang. Salah satunya tempat yang berada di Wamena.
Wamena merupakan sebuah kota yang terletak di Kabupaten Jayawijaya, Papua. Wilayah ini memiliki potensi wisata air garam yang ada di Lembah Baliem.
Lembah tersebut merupakan lembah di pegunungan Jayawijaya. Sumber air garam itu ada di ketinggian 480 meter di atas permukaan laut.
Baca Juga: Surga Dunia Tersembunyi di Sulawesi Tengah, Kepulauan Togean Jadi Incaran Wisatawan Mancanegara
Produksi garam di pegunungan barat Papua di lakukan oleh kaum pria.
Sementara kaum perempuan memproduksi garam di Lembah Baliem.
Cara pembuatan garam ini adalah dengan merendam selama dua hari atau lebih, serat-serat batang pisang, sejenis tanaman Uricaceae (Elatostema macrophylla), tumbuh-tumbuhan berpori.
Baca Juga: 5 Daerah Gaib yang Diyakini Keberadaanya, 3 di Antaranya Berada di Kalimantan
Usai direndam, media penyimpan konsentrasi garam ini dikeringkan dan dibakar sampai menjadi abu. Lalu, Abu digosok-gosok dengan daun pisang sampai lembut, kemudian dibungkus dengan daun pandan. Abu inilah yang dipakai sebagai garam.
Fenomena tidak biasa ini hanya ditemui di tanah Papua. Lantaran umumnya air asin ditemukan di wilayah pesisir pantai atau sekitaran pantai.
Penemuan yang dianggap mustahil ini letaknya jauh dari pantai dan berada di tengah lembah.
Baca Juga: Warga Kampung Kecil di Sukabumi Ini Ramai-Ramai Pensiun Jadi Petani Demi Live TikTok
Penduduk setempat sering menggunakan sumber air garam ini untuk kebutuhan sehari-hari seperti untuk memasak.
Para leluhur Suku Dani yang merupakan penghuni Lembah Baliem secara turun-temurun mendapatkan rasa asin dari semuah mata air garam di Gunung Mili, di ketinggian 2.100 meter di atas permukaan laut.
Suku Dani percaya bahwa fenomena air garam ini merupakan keajaiban yang dianugerahkan alam pegunugan.
Baca Juga: Viral Sopir Truk Kontainer Ugal-Ugalan Di Cipondoh Tangerang Telan Korban Jiwa
Selain berguna untuk menciptakan cita rasa asin, air garam ini dipercaya mempunyai kekuatan penyembuh berbagai penyakit oleh penduduk setempat.
Namun, terdapat larangan untuk tidak mandi atau buang air di wilayah sumber air tersebut. Bahkan untuk duduk di atas batu besar yang terletak di atas mata air pun tidak diperbolehkan.
Mata air garam ini sebetulnya tidak hanya ditemukan di Lembah Baliem saja, tetapi juga ada di daerah Intan Jaya.
Keduanya memiliki perbedaan utama yakni tertelak pada sumber airnya. Di Intan Jaya, air garamnya mengalir keluar dari bawah bebatuan. Sementara di Lembah Baliem muncul dari semburan lumpur yang keluar dari dalam tanah.
Fenomena alam ini menunjukan keunikan geologis Papua yang belum banyak diketahui oleh orang. *** (Ummi Hasanah)