

inNalar.com – Bagi orang-orang yang tengah bermain ke Mojokerto, cobalah berkunjung ke pasar unik yang serasa seperti di jaman Majapahit.
Meskipun dikatakan pasar, namun tempat perbelanjaan yang berada di Mojokerto ini bukanlah pasar biasa.
Dengan nama yang cukup angker, yaitu pasar Keramat, tempat perbelanjaan ini justru jadi tempat wisata bagi orang-orang yang berkunjung ke Mojokerto.
Baca Juga: Biayanya Rp 19 Miliar, Jembatan di Sulawesi Selatan Ini Bikin Masyarakat Tak Perlu Bayar, Ternyata…
Bahkan diceritakan jika tempat yang saat ini menjadi pasar di Mojokerto ini dulunya merupakan tempat yang angker.
Saat ini mungkin memang telah menjadi pasar, namun dulunya lokasi tempat perbelanjaan ini sebelumnya merupakan tempat pembuangan sampah.
Tidak hanya merupakan tempat pembuangan sampah, namun tempat ini juga dianggap angker bagi para orang-orang sekitar.
Baca Juga: Dibangun Sejak 1992, Bendungan di Sulawesi Selatan Memiliki Potensi Irigasi Air Hingga 24.000 Hektar
Karena itulah pasar ini diberi nama sebagai pasar Keramat.
Akan tetapi, nama pasar Keramat bukan karena angker atau mistisnya tempat perbelanjaan tersebut.
Namun justru disebabkan dari lokasi pasar itu yang berada di dusun Kramatjetak, Warugunung, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.
Uniknya pasar Keramat ini mengusung konsep seperti tempat perbelanjaan jaman dulu, layaknya seperti di jaman Majapahit.
Bagaimana tidak, dengan memanfaatkan hutan bambu yang ada di lokasi, warga sekitar sampai pergi ke pengrajin, untuk mempelajari bagaimana cara membuat anyaman bambu.
Atas kerja kerasnya, maka jadilah pasar Keramat, Mojokerto dengan desain kuno layaknya seperti pasar di jaman Majapahit.
Dilansir Innalar.com dari kanal Youtube Derion Family, bahkan para penjual pun menggunakan blangkon serta baju lurik, yang menjadikan gambaran seperti kehidupan di jaman kuno.
Ditambah lagi, uang rupiah juga tidak berlaku di pasar Keramat.
Bagi para pengunjung yang ingin berbelanja di pasar Keramat, maka harus menukar uang Rupiah yang dibawa dengan uang kayu yang disediakan, (uang gobog).
Dengan perpaduan desain pasar, pakaian para penjual, serta uang gobog, tentu pasar Keramat Mojokerto ini akan serasa dilemparkan kembali ke waktu jaman Majapahit bukan?***