Serap Rp43 Triliun! Mega Proyek Pelabuhan di Jawa Barat Ini Sampai Dibuatkan Jalan Tol Sendiri, Panjangnya…


InNalar.com –
Pelabuhan Patimban yang berada di Jawa Barat merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN).

Selain itu, PSN ini juga disebut sebagai mega proyek, karena membutuhkan investasi yang fantastis.

Bahkan saat ini kementerian PUPR juga tengah membangun jalan tol guna memberikan jalur akses menuju ke tempat tersebut.

Baca Juga: Dampingi Jokowi Resmikan Ekspansi PT Smelting di Gresik Jawa Timur, Erick Thohir Soroti Pentingnya Hilirisasi

Jika sesuai target, maka jalur akses yang menuju ke tempat kapal berlabuh itu akan rampung pada akhir tahun 2024.

Adapun jalan bebas hambatan yang jadi akses menuju ke tempat kapal berlabuh itu nantinya akan memiliki panjang 37 km.

Sebenarnya pembangunan pelabuhan Patimban yang berada di Subang ini juga diharapkan mampu dapat mendongkrak ekonomi warga sekitar.

Baca Juga: Bagas-Fikri Ungkap Biang Kerok Kalah Memalukan di BWF World Tour Finals 2023

Karena saat sudah beroperasi, maka arus logistik di Jawa Barat akan semakin lancar yang berada di kawasan industri Karawang dan Subang menuju Pelabuhan Patimban.

Dilansir InNalar.com dari laman PUPR, Menteri Basuki sendiri bahkan meminta agar pembangunan jalan tol ini dapat rampung pada September 2024.

Saat sudah rampung, nantinya jalan bebas hambatan ini akan memiliki 5 seksi dengan panjang yang berbeda-beda.

Baca Juga: Berumur 33 Tahun, Tambang Emas dan Tembaga di Sumbawa NTB Ini Sumbang 85 Persen Pendapatan Kabupaten

Seksi jalan itu adalah Seksi 1 Junction Cipeundeuy – SS Cipeundeuy dengan panjang 2,65 Km, dan Seksi 2 SS Cipeundeuy – SS Pasir Bungur sepanjang 10,06 Km.

Dilanjutkan pada Seksi 3 SS Pasir Bungur – SS Tambak Dahan dengan panjang 16,10 km, Seksi 4 SS Tambak Dahan – SS Pusakanegara sepanjang 7,11 Km, dan Seksi 5 SS Pusakanegara – Patimban yang memiliki panjang 1,13 Km.

Selain akan jadi akses penghubung ke pelabuhan Patimban, bahkan jalan bebas hambatan ini juga akan terhubung ke Jalan Tol Cikampek – Palimanan di sebelah Selatan.

Baca Juga: Raup Pendapatan Rp2,6 Triliun, Perusahaan Batu Bara di Malinau Kalimantan Utara Ini Sukses Gerogoti Pasar Global Berkat Komoditi Khusus

Pelabuhan Patimban yang berada di Subang ini sendiri sebenarnya digadang-gadang akan jadi yang terbesar di RI, dan kalahkan Tanjung Priok.

Bagaimana tidak, tempat kapal berlabuh ini saja butuh waktu hampir selama 10 tahun untuk dibangun hingga akhirnya rampung pada 2027 esok.

Pembangunannya sendiri dimulai pada tahun 2018 kemarin, yang target penyelesaiannya adalah tahun 2027.

Baca Juga: Susul Gregoria Mariska, Bagas-Fikri Gagal Lolos ke Semifinal BWF World Tour Finals 2023

Pada tahun 2027 tersebut, nantinya pelabuhan yang berada di Jawa Barat ini akan memiliki 7,5 juta TEUs serta 600 ribu kendaraan CBU.

Namun untuk tahun 2023 ini, penggarapan mega proyek tersebut telah memasuki tahap 1-2 yang nantinya selesai pada tahun 2025.

Sementara itu untuk tahap 1-1, tahap awal itu sudah 100% selesai dan telah beroperasi.

Baca Juga: Benarkah Milenial dan Anak Muda Sulit Beli Rumah? Cek Dulu 5 Tips Efektif Tentang Keuangan Ini!

Tahap 1-1 ini yang sudah selesai digarap saja telah menghabiskan Rp 14 triliun yang uang itu bersumber dari dana pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA).

Setidaknya, dengan selesainya tahap 1-1 ini membuat pelabuhan Patimban telah mempunyai terminal peti kemas seluas 35 hektar yang kapasitasnya mencapai 250.000 TEUs.

Ditambah lagi terdapat juga terminal kendaraan yang luasnya 25 hektar yang kapasitasnya adalah 218.000 CBU.

Baca Juga: Kinerja Cemerlang, Dirut BRI Sunarso Dinobatkan Sebagai ‘Maestro CEO of The Year’ dan BRI Menjadi ‘Most Profitable Bank with Best GCG’

Meski begitu, nampaknya proses pengerjaan mega proyek ini masih cukup lama, mengingat saat ini baru mencapai tahap 1-2.

Sedangkan untuk sisanya sendiri masih ada tahap 2, dan tahap hingga rampung pada 2027 nanti.

Dibangun selama 10 tahun, pembangunan mega proyek ini pun sebenarnya membutuhkan suntikan investasi yang fantastis.

Karena berdasarkan situs KKIP, proyek ini membutuhkan serapan investasi sebanyak Rp 43,221 Triliun. ***

 

Rekomendasi