Serap Investasi Rp150 Triliun! Maluku Utara Dinobatkan Jadi Provinsi Paling Bahagia, Tapi Kemiskinannya…

InNalar.com – Maluku Utara, daerah ini menurut survei dari BPS berhasil dinobatkan jadi provinsi paling bahagia di Indonesia.

Pasalnya, hal tersebut dapat dilihat dari tingkat ekonominya yang naik sebesar 27% yang mayoritas didapat dari hasil tambang.

Adapun hasil mineral yang dimiliki di provinsi ini adalah Nikel, dan juga disebut sebagai pabrik terbesar di dunia.

Baca Juga: Rogoh Kocek Rp70 Miliar, Pemerintah Pangkas Jalan Nasional di Kalimantan Timur Sepanjang 600 Meter, Pekerjaannya Dimulai Tahun Depan!

Hal itu dikarenakan hasil mineralnya yang banyak, sehingga bisa memberikan kekayaan bagi provinsi itu sendiri.

Saat ini negara dengan hasilan produksi nikel terbesar di dunia adalah Indonesia.

Ditambah lagi sebelum ini juga ada peresmian operasional produksi nikel sulfat pertama di Indonesia, jadi tak heran Nusantara bisa menyandang gelar tersebut.

Baca Juga: Megaproyek Rp7,5 Triliun Digeser! Awalnya di NTB, Pembangunan Shrimp Estate Justru Diadakan di NTT, Mengapa?

Selain itu, produksi hasil mineral itu juga diklaim jadi yang terbesar di dunia.

Bagaimana tidak, hasilan produksi yang dapat diolah oleh perusahaan itu saja mencapai 240 ribu ton per tahun.

Sekedar informasi, nikel sulfat adalah bahan utama penyusun prekursor katoda yang digunakan untuk membuat baterai kendaraan listrik.

Baca Juga: 22 Tahun Dibangun, Akhirnya Mega Proyek Bendungan Mbay Rp1,7 Triliun Mulai Dikerjakan, Tapi Progresnya…

Seperti yang dijelaskan di atas, Maluku Utara merupakan daerah yang dinobatkan jadi provinsi paling bahagia di Indonesia.

Faktor utama dari provinsi tersebut bisa meraih gelar itu adalah karena ekonominya yang naik sebesar 27%, sehingga ekonomi orang-orang disana meningkat.

Namun dibalik itu, sebenarnya kekayaan yang dimiliki oleh warga sekitar daerah tersebut tidaklah setinggi itu.

Baca Juga: Raup Rp7 Miliar! Desa Kumuh Bekas Tambang Batu Kapur Kini Disulap Jadi Kampung Miliader, Penghasilan Per Bulannya…

Hal tersebut dikarenakan investasi yang diperoleh pada provinsi itu cukuplah tinggi.

Akan tetapi investasi tersebut kebanyakan hanya masuk di sektor tambang beserta dengan sektor pengolahannya.

Sementara itu hingga tahun 2022 diketahui investasi yang diserap provinsi ini mencapai USD 9,8 miliar atau sekitar Rp 150 triliun.

Baca Juga: Buka Cuma dari APBN, Megaproyek Terminal Multipurpose Wae Kelambu NTT Dapat Suntikan dari PT. Pelindo Sebesar Rp319 Miliar, Segini Total Biayanya…

Itulah satu faktor yang membuat Maluku Utara jadi provinsi paling bahagia, karena terdapat faktor dari tingkat ekonominya.

Akan tetapi, bukan berarti orang-orang disana semuanya kaya raya dengan harta yang melimpah.

Sebab terdapat 2 daerah yang masih tergolong miskin, walaupun lokasinya berada di antara konsesi tambang nikel terbesar.

Baca Juga: Baru 5 Tahun Ekspansi Tambang Tembaga Tujuh Bukit di Banyuwangi, Perusahaan Ini Kantongi Kenaikan Aset hingga 20 Persen Lebih

Dua daerah yang dimaksud adalah di Halmahera Timur dan Halmahera Tengah yang memang masih terjerat kemiskinan walau dikelilingi kekayaan nikel.

Adapun tingkat kemiskinan untuk daerah Halmahera Timur sendiri tercatat 13,14%.

Sedangkan untuk Halmahera Tengah 12 persen jika mengacu pada data BPS awal tahun 2023.

Baca Juga: Dapat Suntikan Dana Rp130 Miliar, Stadion di Sumatera Barat yang Dulunya Mangkrak Ini Bakal Dilanjut 2024

Sekedar informasi, besaran persenan tersebut terhitung cukup tinggi, karena rata-rata kemiskinan tingkat provinsi sendiri yaitu sebesar 6,46%.

Diketahui Jumlah penduduk miskin di provinsi tersebut ada sebanyak 83.800 orang pada Maret 2023.

Karena itu, sebenarnya kekayaan yang diperoleh Maluku Utara ini memang sumber utamanya dari tambang dan pengolahan mineral, dan itu hanya berlaku ke beberapa kelompok.

Baca Juga: Terdeteksi Rugikan Negara Rp439 Miliar, Dugaan Tindakan Korupsi Dana Pengadaan Lahan Megaproyek Bendungan di Lampung Ini Terungkap

Namun dengan adanya pabrik Nikel terbesar di dunia yang dimiliki Harita Nickel melalui unit PT Halmahera Persada Lygend (PT HPL) harusnya akan ada perubahan.

Karena fasilitas pengolahan itu merupakan yang terbesar di dunia, sekaligus dipercaya mampu meningkatkan Ekonomi Maluku Utara dengan fasilitas HPAL terbaru di Obi, Halmahera Selatan. ***

 

Rekomendasi