

InNalar.com – Maluku Utara, daerah ini menurut survei dari BPS berhasil dinobatkan jadi provinsi paling bahagia di Indonesia.
Pasalnya, hal tersebut dapat dilihat dari tingkat ekonominya yang naik sebesar 27% yang mayoritas didapat dari hasil tambang.
Adapun hasil mineral yang dimiliki di provinsi ini adalah Nikel, dan juga disebut sebagai pabrik terbesar di dunia.
Hal itu dikarenakan hasil mineralnya yang banyak, sehingga bisa memberikan kekayaan bagi provinsi itu sendiri.
Saat ini negara dengan hasilan produksi nikel terbesar di dunia adalah Indonesia.
Ditambah lagi sebelum ini juga ada peresmian operasional produksi nikel sulfat pertama di Indonesia, jadi tak heran Nusantara bisa menyandang gelar tersebut.
Selain itu, produksi hasil mineral itu juga diklaim jadi yang terbesar di dunia.
Bagaimana tidak, hasilan produksi yang dapat diolah oleh perusahaan itu saja mencapai 240 ribu ton per tahun.
Sekedar informasi, nikel sulfat adalah bahan utama penyusun prekursor katoda yang digunakan untuk membuat baterai kendaraan listrik.
Seperti yang dijelaskan di atas, Maluku Utara merupakan daerah yang dinobatkan jadi provinsi paling bahagia di Indonesia.
Faktor utama dari provinsi tersebut bisa meraih gelar itu adalah karena ekonominya yang naik sebesar 27%, sehingga ekonomi orang-orang disana meningkat.
Namun dibalik itu, sebenarnya kekayaan yang dimiliki oleh warga sekitar daerah tersebut tidaklah setinggi itu.
Hal tersebut dikarenakan investasi yang diperoleh pada provinsi itu cukuplah tinggi.
Akan tetapi investasi tersebut kebanyakan hanya masuk di sektor tambang beserta dengan sektor pengolahannya.
Sementara itu hingga tahun 2022 diketahui investasi yang diserap provinsi ini mencapai USD 9,8 miliar atau sekitar Rp 150 triliun.
Itulah satu faktor yang membuat Maluku Utara jadi provinsi paling bahagia, karena terdapat faktor dari tingkat ekonominya.
Akan tetapi, bukan berarti orang-orang disana semuanya kaya raya dengan harta yang melimpah.
Sebab terdapat 2 daerah yang masih tergolong miskin, walaupun lokasinya berada di antara konsesi tambang nikel terbesar.
Dua daerah yang dimaksud adalah di Halmahera Timur dan Halmahera Tengah yang memang masih terjerat kemiskinan walau dikelilingi kekayaan nikel.
Adapun tingkat kemiskinan untuk daerah Halmahera Timur sendiri tercatat 13,14%.
Sedangkan untuk Halmahera Tengah 12 persen jika mengacu pada data BPS awal tahun 2023.
Sekedar informasi, besaran persenan tersebut terhitung cukup tinggi, karena rata-rata kemiskinan tingkat provinsi sendiri yaitu sebesar 6,46%.
Diketahui Jumlah penduduk miskin di provinsi tersebut ada sebanyak 83.800 orang pada Maret 2023.
Karena itu, sebenarnya kekayaan yang diperoleh Maluku Utara ini memang sumber utamanya dari tambang dan pengolahan mineral, dan itu hanya berlaku ke beberapa kelompok.
Namun dengan adanya pabrik Nikel terbesar di dunia yang dimiliki Harita Nickel melalui unit PT Halmahera Persada Lygend (PT HPL) harusnya akan ada perubahan.
Karena fasilitas pengolahan itu merupakan yang terbesar di dunia, sekaligus dipercaya mampu meningkatkan Ekonomi Maluku Utara dengan fasilitas HPAL terbaru di Obi, Halmahera Selatan. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi