Serap APBN Rp65,5 M, Pedestrian Pantai Terpanjang di Sulut ini Bikin Warga Manado Bak Menyusuri Jalanan Praha

inNalar.com – Kini, warga Manado punya short escape andalan baru. Sekadar berjalan kaki cantik dan juga eksplor pantai terindah di pinggiran kota.

Usai Kementerian PUPR percantik kawasan Pantai Malalayang, kini destinasi wisata pedestrian baru menjadi salah satu opsi favorit di kalangan masyarakat Manado, Sulawesi Utara.

Berada di kawasan Malalayang Beach Walk, pedestrian sepanjang 1,2 kilo meter ini mengarah langsung ke pantai Malalayang.

Baca Juga: Panjang Antena 2 KM, Stasiun Radio di Jabar Ini Pecahkan Rekor Dunia Komunikasi Nirkabel Pertama Antar Benua

Tak hanya sekadar berjalan kaki melihat pemandangan pantai nan eksotis, Masyarakat Manado juga dapat bersantai di kursi panjang bergaya eropa yang tersebar di berbagai titik.

Ditambah dengan berbagai gerai kuliner khas Manado yang ikut meramaikan suasana di sepanjang pedestrian pantai Malalayang ini.

Apabila pelintas jalan pedestrian di Malalayang Beach Walk berjalan saat malam hari, lampu-lampu cantik di sepanjang jalan akan terlihat semakin cantik dengan cahaya di berbagai titiknya.

Baca Juga: Jaraknya 8 km dari Pusat Kota Manado, Pantai Terindah di Sulawesi Utara Ini Sajikan Pesona Langka Pasir Hitam

Dilansir dari laman resmi Kementerian PUPR, dana yang dihabiskan untuk memugar area pantai Malalayang ini mencapai Rp 65,48 miliar.

Dananya diserap dari APBN Tahun 2020-2022. Penggarapannya dilakukan di lahan seluas 18.500 meter persegi.

Oleh karena itu, tak heran jika masyarakat takjub dengan perubahan wajah Kota Manado di wilayah Pantai Malalayang yang semakin cantik.

Baca Juga: Jaraknya 43 km dari Manado, Danau Terbesar di Sulut ini Punya Pulau Mungil hingga Panorama 3 Gunung dan Bukit

Selain pengerjaan pedestrian seoanjang 1,2 kilo meter yang dihiasi dengan lampu estetik klasik, ada juga fasilitas lainnya yang turut memukau para pengunjung.

Mulai dari menara pandang, warung apung, fasilitas panggung budaya, warung minum, dermaga jetski, pier salib, hingga landmark ikonik Tugu Boboca.

Ada spot foto yang sangat menarik, yaitu patung ikan purba Coelacanth atau yang sering disebut si raja laut ini turut menarik perhatian para pemburu spot foto estetik di kawasan pedestrian teroanjang di Manado ini.

Kini, warga manado memiliki opsi destinasi wisata terpopuler baru yang tak perlu bikin mereka merogoh kocek lebih dalam.

Hanya dengan menikmati suasana kota ditemani panorama pantai yang mengarah pada Pulau Manado Tua dan Bunaken, penat ingar-bingar kota pun bisa terobati berkat keindahan alam memukaunya.

Ada banyak kursi panjang bergaya klasik yang diletakkan menghadap ke arah pemandangan lautnya. Jadi tak perlu khawatir untuk mencari spot istirahat.

Menariknya lagi, pengunjung bisa akses pantai melalui tangga yang disediakan di beberapa titik.

Diharapkan para pengunjung turut menjaga kebersihan kawasan Malalayang Beach Walk agar keindahannya tetap terjaga.***

Rekomendasi