Serap APBN Rp1,2 Triliun, Jalan Paralel di Perbatasan Kalimantan Barat Bakal Tembus hingga Kalimantan Timur

inNalar.com – Impian konektivitas antar provinsi di luar Jawa kian menunjukkan perkembangannya sejak Kementerian PUPR mulai menggarap jalan pararel di sepanjang jalur perbatasan Kalimantan Barat ini.

Kementerian PUPR diketahui tengah membangun infrastruktur jalan paralel di wilayah perbatasan Kalimantan Barat yang bakal menembus hingga Kalimantan Timur.

Biaya pembangunan jalan paralel di perbatasan Kalimantan Barat ini pun menelan anggaran APBN sebesar Rp1,2 triliun.

Baca Juga: Jembatan Tua di Subang Ini Rangka Bajanya Pakai Buatan Inggris! Diperbaiki dengan Menelan Dana Rp2 Miliar

Adapun penuntasan proses pengaspalan di ruas jalan Nanga Era di Kalimantan Barat menuju perbatasan Kalimantan Timur bakal membentang hingga 149 kilometer.

Perkembangan terkini, melalui YouTube KemenPUPR, diungkapkan bahwa
proses pengaspalan telah dilakukan pada jalan sepanjang 25 kilometer.

Adapun pengerjaan jalan sepanjang 25 kilometer selanjutnya ditargetkan bakal selesai setidaknya pada Mei 2024.

Baca Juga: Lintasi Sungai Kareho, Jembatan Gantung Senilai Rp13,65 M di Kalimantan Barat Buka Akses Desa yang Terisolir

Sisa jalurnya ditargetkan rampung seluruhnya setidaknya pada akhir tahun 2024 atau awal tahun 2025.

Dilansir dari laman Kementerian PUPR, diketahui total jalan pengerjaan jalan paralel di wilayah perbatasan Kalimantan Barat panjangnya 608 kilometer.

Adapun kondisi jalan yang sudah dalam kondisi beraspal di wilayah perbatasan Kalimantan Barat ini sudah menembus 221 kilometer.

Baca Juga: Total Rp471,21 Triliun Tunggakan BNPL, Anak Muda Kini Banyak Terjerat dengan Kemudahan Fitur Pay Later

Secara umum, kondisi jalan perbatasan sudah terbuka aksesnya, tetapi memang belum seluruhnya berada dalam kondisi baik, dalam artian yakni teraspal.

Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono mengungkap bahwa anggaran pengerjaan proyek jalan paralel perbatasan Kalimantan Barat ini tidaklah kecil.

Namun, hanya dengan cara inilah desa yang berada di wilayah pedalaman Kalimantan Barat dapat makmur dan sejahtera.

“Itu tidak kecil juga anggarannya, karena hanya dengan itu kita bisa memakmurkan, menyejahterakan masyarakat terutama yang ada di pedalaman Kalimantan ini,” ungkap Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono.

Sebagai informasi, proyek jalan di perbatasan Kalimantan Barat ini meliputi proyek pembangunan jalan dan jembatan yang ada di ruas Batas Siding – Batas Sekayan – Rasau.

Panjang ruas tersebut diketahui panjangnya membentang hingga 47,10 kilometer dengan biaya pembangunannya mencapai Rp209 miliar.

Selain itu, juga ada program pemeliharaan rutin jalan dan jembatan yang makan dana hingga Rp9,6 miliar pada ruas Simpang Take – Simpang Sontas.

Adapun ruas Simpang Take sampai dengan Simpang Sontas panjangnya membentang hingga 95,54 kilometer.***

Rekomendasi