

inNalar.com – Areal sawah seluas 400 hektare di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung terancam gagal panen akibat musim kemarau yang melanda akhir-akhir ini.
Permasalahan kekeringan dan sulitnya irigasi di areal sawah Kabupaten Mesuji ini turut menjadi bagian dari perhatian Pemerintah Provinsi Lampung.
Hal tersebut ditandai dengan adanya pembentukan komisi irigasi Provinsi Lampung tahun 2023 yang khusus untuk menangani permasalahan pengairan di lahan pertanian, salah satunya di Kabupaten Mesuji.
Paket pengerjaan jaringan pemanfaatan air di Kabupaten Mesuji dan Kabupaten Tulang Bawang pun menyerap pagu anggaran hingga Rp1,2 triliun, menurut data dari laman lpse.pu.go.id.
Diketahui pembiayaan proyek ini bersumber dari anggaran APBN tahun 2023.
Dananya cukup fantastis untuk sebuah proyek normalisasi jaringan irigasi di areal pertanian pada kedua kabupaten tersebut.
Namun diharapkan Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Mesuji dan Kabupaten Tulang Bawang dapat memaksimalkan pengerjaannya guna atasi permasalahan irigasi di wilayahnya.
Diketahui waktu pengerjaan proyek ini akan memakan waktu hingga 180 hari kalender atau sekitar hampir 6 bulan.
Dilansir dari laman sda.pu.go.id, penandatanganan kontrak proyek peningkatan daerah irigasi di kedua kabupaten tersebut telah dilaksanakan pada Rabu, 29 Maret 2023.
Adapun pengerjaan yang telah digarap diketahui meliputi penguatan tanggul pada saluran primer jaringan irigasi rawa unit II.
Selain itu, kegiatan normalisasi pada saluran sekunder, kolektor, dan sub-sekunder.
Dengan adanya proyek peningkatan daerah irigasi Rawajitu ini diharapkan permasalahan kekeringan dan ancaman gagal panen di areal persawahan kedua kabupaten tersebut dapat diatasi.
Proyek ini dinilai cukup strategis, mengingat luas panen padi di Kabupaten Mesuji kian menurun sejak 3 tahun terakhir.
Berdasarkan data Budan Pusat Statistik (BPS), luas lahan yang berhasil panen padi tahun 2020 tercatat 78.479 ha.
Kemudian semakin menurun di tahun 2021 dan 2022 dengan masing-masing luasnya, yaitu 65.020 hektare dan 57.654 ha.
Potensinya pun cukup besar karena kemampuan produksi padi di Kabupaten Mesuji terbesar ketiga setelah Kabupaten Lampung Timur dan Kabupaten Lampung Selatan.
Adapun lahan sawah Kabupaten Tulang Bawang juga sempat menurun di tahun 2021, yang tadinya 55.881 hektare menjadi 52.601 ha.
Meski begitu, Kabupaten Tulang Bawang berhasil meningkatkan produktivitas lahan panennya di tahun 2022 dengan luas lahannya mencapai 65.510 ha.
Adapun kemampuan produksi padi Kabupaten Tulang Bawang berada di urutan kelima di Provinsi Lampung.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi