

inNalar.com – Situasi di Jalur Gaza semakin memburuk, beberapa jam terakhir ini wilayah Al Karama menjadi sasaran serangan udara Israel.
Diketahui bom Israel berlangsung semakin intensif hingga bangunan di Al Karama, Gaza runtuh dan rata dengan tanah.
Militer Israel dicurigai gunakan bom fosfor putih saat lakukan serangan udara ke pemukiman padat penduduk Al Karama di Gaza Utara.
Baca Juga: Dampak Perang Israel-Hamas: Rumah Sakit di Gaza Kewalahan hingga Kamar Mayat Penuh
Penggunaan bom fosfor putih diketahui adalah senjata yang dilarang secara internasional.
Pasalnya, bom tersebut masuk dalam senjata beracun yang telah tidak boleh digunakan terlebih di area pemukiman padat penduduk.
Pelarangan penggunaan bom fosfor putih oleh militer Israel dalam konflik di masa lampau ini sempat disorot oleh Human Rights Watch yang berbasis di New York.
Baca Juga: Partai Republik Kaitkan Dana Pertukaran Tahanan Iran dengan Serangan Hamas ke Israel, Benarkah?
Serangan udara Israel ke Al Karam diduga melanggar aturan pelarangan tersebut yang telah ditetapkan pada tahun 1980 saat konvensi Jenewa.
Adapun update jumlah korban di Gaza terbaru, per Selasa, 10 Oktober 2023 pukul 17.20 waktu setempat diinformasikan sebagai berikut.
Melansir dari situs resmi Kementerian Kesehatan Palestina angka kematian di Gaza kini telah mencapai 830 jiwa.
Sementara korban luka-luka di Gaza, Palestina mencapai 4.250 orang.
Dikutip inNalar.com dari laman Kementerian Kesehatan Palestina, “Gaza: 830 korban tewas sejak eskalasi yang dilakukan pada Sabtu pagi, 7 Oktober 2023 dan 4.250 orang terluka.”
Diketahui Israel masih intensif melakukan serangan udaranya pada Selasa, 10 Oktober 2023.
Agresi tersebut disebut merupakan respon balasan terhadap serangan multi-front hamas di beberapa kota yang ada di wilayah pesisir Israel.
Akibat agresi bertubi-tubi di daerah Al Karama, Gaza diduga masih banyak korban yang masih terjebak di dalam reruntuhan.
Tim medis dari pihak Palestina pun masih kesulitan untuk mengevakuasi sebab kesulitan mengakses wilayah tersebut.
Militer Israel diketahui masih melanjutkan serangan ke wilayah Gaza Utara dengan artileri dan bom.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi