

inNalar.com – Sebuah realita yang nyata, kriuknya gorengan bikin menu ini sering membawa kebahagiaan bagi masyarakat Indonesia. Fenomena ini diakui oleh dr Zaidul Akbar, seorang konsultan kesehatan kenamaan negeri.
Fenomena gorengan menjadi sumber kebahagiaan masyarakat Indonesia ini dikuatkan dalam hasil survei Populix yang mengungkap bahwa makanan enak dan murah meriah ini tiga tahun berturut-turut terpilih sebagai hidangan favorit keluarga.
Melalui tayangan edukatifnya, dr Zaidul Akbar pun urun menyentil halus para pecinta hidangan si kriuk emas ini dan mengungkap bahaya yang menantinya.
Baca Juga: Dirut BRI Sunarso Ungkap Ketahanan Pangan jadi Kunci Agar Indonesia Keluar dari Middle Income Trap
“Jadi zaman sekarang ini, yang kita makan sudahlah nggak beres berlebihan pula. Sempurna,” terang dr Zaidul Akbar sambil menyentil halus atas fenomena gaya hidup modern saat ini.
“Anda makan bukan untuk nutrisinya, tetapi untuk membahagiakan Anda,” imbuh dr Zaidul Akbar.
Tidak dapat dipungkiri, camilan deep fried yang satu ini menjadi menu favorit masyarakat Indonesia berdasarkan 74% responden survei Populix pada tahun 2024.
Baca Juga: Trauma Diselingkuhi Suami? Buat Para Istri, dr Aisah Dahlan Punya Cara Mengobati Luka Batin Anda
Didukung pula pisang goreng digelari best deep fried desserts menurut pemeringkatan Taste Atlas. Para pecinta gorengan tentunya akan mudah tergoda dengan nikmatnya si kriukan murah meriah ini.
Meski enak, dr Zaidul Akbar tetap mengingatkan bahaya di balik nikmatnya camilan yang satu ini. “Semua karbohidrat yang digoreng kalorinya akan meningkat 3-4 kali lipat,” ungkapnya.
Menurut riset terbaru yang dipublikasikan dalam Jurnal Kesehatan Abdurahman (2022), disebutkan salah satu bahaya mengonsumsi si deep fried, terungkap bahwa gorengan terbukti menyebabkan kadar kolesterol dalam tubuh meningkat.
Pada studi hasil literature review dalam Jurnal Riset Gizi pun juga mengungkap bahaya camilan favoritnya masyarakat Indonesia ini, terungkap pula bahwa camilan ini dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
“Semakin tinggi asupan makanan gorengan akan meningkatkan risiko kejadian penyakit kardiovaskular,” dikutip dari Hanifa (2019:4).
Merujuk pada saran dalam riset, mengonsumsi gorengan yang dibuat sendiri akan lebih baik daripada membelinya dari luar rumah.
Baca Juga: Cukup Pakai 3 Bahan Alami, Ini Resep Minuman Pembakar Lemak dari dr. Zaidul Akbar
Jika para pecinta kriukan gurih belum mampu mengurangi camilan yang satu ini, dr Zaidul Akbar merekomendasikan untuk mengganti minyak goreng minimal dengan minyak kelapa.
Untuk menghindari bahaya makanan yang digoreng, butter atau bahkan metode masak kukus dan rebus lebih direkomendasikan dan dinilai baik bagi kesehatan, ungkapnya.
Namun percayalah bahwa makanan sehat akan jauh lebih membawa kebahagiaan untuk Anda. Melansir dari Harvard Medical School, cara makan kita akan mempengaruhi kesejahteraan hidup.
dr Zaidul Akbar menyarankan kita untuk mulai mengurangi asupan gorengan hidup lebih panjang umur dan sehat.
Pasalnya, proses menggoreng akan mengurangi nilai gizi makanan, melansir dari Kementerian Kesehatan.
Meski rasanya gurih dan menggugah selera makan, apa saja yang digoreng disebut mengandung lemak jahat yang muaranya akan meningkatkan kolesterol.
Baca Juga: Ampuh Turunkan Kolesterol, dr Zaidul Akbar Ungkap Cara Mengkonsumsi Daun Kelor yang Benar
Penting untuk diketahui, konsumsi deep fried dalam kuantitas sedikit pun pada dasarnya tetap dapat meningkatkan resiko serangan jantung hingga penyakit stroke sebesar 3%.
Selain itu, resiko gagal jantung pun disebut pula meningkat hingga 12%.
Dengan demikian, amat disarankan untuk memulai pola hidup sehat sedari sekarang agar tubuh lebih sehat secara fisik dan mental.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi