Semua Bangunan Terbuat dari Bahan Alam, Kampung Adat di Kalimantan Barat Ini Terkenal dengan Kain Tenun Ikat

inNalar.com –  Sebuah perkampungan adat di Kalimantan Barat ini memiliki nama Ensaid Panjang, penduduk yang menempati perkampungan adat ini adalah Suku Dayak.

Kondisi perkampungan adat ini berada tidak jauh dari bukit sehingga pemandangan yang ada di kampung ada Kalimantan Barat ini sungguh indah dan memanjakan mata.

Bangunan rumah yang dimiliki oleh kampung adat Ensaid Panjang panjang ini memiliki ukuran panjang hingga menacapai 116 m untuk lebar dari bangunan rumah ini yaitu 18 meter.

Baca Juga: Berdiri Sejak 1906, Masjid di Kota Jambi Ini Jadi Saksi Bisu Masa Perjuangan Sultan Thaha Melawan Belanda 

Semua bangunan yang digunakan untuk membuat rumah adat Ensaid Panjang berbahan dasar kayu yang berasal dari alam.

Kayu-kayu yang digunakan memiliki memiliki panjang 2 meter, bangunan unik rumah data Ensaid Panjang ini memiliki 28 pintu.

Banyaknya pintu di rumah adat Ensaid Panjang Membuat bangunan tersebut terlihat dengan jelas, pembangunan rumah adat yang yang ada di perkampungan Kalimantan Barat  ini bukan hanya sekedar tempat berlindung dari ancaman binatang buas.

Baca Juga: 14 Km dari Surakarta, Ladang Tebu Seluas 17 ha di Boyolali Disulap Jadi Bandara Terbaik se-Jawa Tengah 

Tetapi bangunan yang terdapat di perkmapungana adat Ensaid Panjang memiliki arti dan juga filosofi yang sudah diwariskan oleh beberapa generasi dari para leluhur.

Ketidaksamaan bukan berarti suatu penghalang, para penduduk harus tetap hidup rukun dan sejahtera, damai serta gotong royong untuk menyelesaikan suatu masalah.

Tangga pada bangunan rumah ada ini memiliki desain ukiran khas yang menyambut para pengunjung yang datang.

 Baca Juga: Berjarak 20,5 Km dari Alun-alun Kediri, Terdapat Cerobong Asap Tertinggi di Indonesia! Tingginya Setara Monas

Perkampungan adat ini terkenal dengan hasil tenun yang sampai keluar negeri dan dikenal hingga mancanegara, kain tenun dari daerah ini memiliki nama kain tenun ikat.

Untuk para perempuan yang berada di kampung adat ini memiliki tugas untuk menenun kain sedangkan para laki-laki akan menganyam untuk membuat tikar.

Bahkan berbagai macam produk kerajinan dari suku dayak yang berada di Kalimantan Barat ini bisa dijumpai dan bisa dijadikan sebagai oleh-oleh ketika berkunjung kesana.

Diketahui bahwa para penduduk akan dipindahkan oleh pemerintah ke rumah petah dan perumahan tersebut akan direnovasi tetapi para penduduk menolak dengan adanya hal tersebut. 

Aktivitas lain dari para penduduk yang menempati rumah adat Ensaid Panjang berprofesi sebagai petani untuk mencari nafkah dan uang yang akan digunakan untuk kebutuhan keluarga.

Tenun ikat merupakan kerajinan khas suku dayak yang berada di perkampungan adat Ensaid Panjang.***

Rekomendasi