

inNalar.com – Pembangunan jalan tol di Sumatera Barat merupakan rangkaian dari pembangunan trans Sumatera, sebagai salah satu proyek staregis pemerintah di era Jokowi.
Pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru telah terhambat selama ima tahun, akhirnya kini telah dipastikan Sumbar akan memiliki jalan tol pertamanya.
Terhambatnya pembangunan jalan tol diakibatkan karena adanya kesulitan dalam proses pembebasan lahan hingga 36 kilometer. Tepatnya di seksi bagian ruas Padang-Pekanbaru, namun akhirnya masalah tersebut telah terselesaikan.
Akibat adanya hambatan dalam pembebasan lahan di seksi Padang-Clincing, Pemerintah Provinsi Sumatera barat membentuk tim untuk membantu Kementerian PUPR dalam pemberkasan dan mediasi sengketa.
Dengan terselesaikannya hambatan tersebut, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berharap pembangunan tol Padang-Pekanbaru dapat selesai dengan cepat.
Jalan tol Padang-Pekanbaru memiliki panjang 254 kilometer yang akan dibagi dalam enam seksi. Pertama seksi Padang-Scincin, kedua Scincin-Bukittinggi, ketiga Bukitinggi-Payakumbuh, keempat Payakumbuh-Pangkalan, kelima Pangkalan-Bangkinang, dan keenam Bangkingan-Pekanbaru.
Melansir dari laporan Badan Pengaturan Jalan Tol dibawah naungan Kementerian PUPR, menyebutkan bahwa ruas tol pekabaru-Padang (segmen Pekabaru-Pangkalan) yang telah beropersi hanya di seksi Padang-Bangkinang.
Sedangkan,untuk seksi jalan tol menuju Sumatera Barat diperkirakan akan selesai pada awal tahun 2024.
Pembangunan jalan tol trans Sumatera akan memberikan dampak positif untuk setiap daerah di Sumatera. Pembangunan ini akan memudahkan dan mempercepat mobilitas warga hingga mobilitas barang.
Jarak tempuh dari Padang ke Pekabaru akan lebih cepat. Melalui jalan arteri dibutuhkan 9 jam perjalanan, namun dengan melalui via tol waktu yang dibutuhkan akan lebih singkat, yakni 3 jam perjalanan.
Keberlanjutan pembangunan jalan tol di ruas Padang-Pekanbaru yang sempat terhambat tidak lepas dari kerjasama pemerintah daerah, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kota/kabupaten.
Pembangunan jalan tol Padang-Scincin yang telah dimulai sejak Februari 2018, kini telah bisa dilanjutkan. Ditargetkan pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru terselaisikan pada awal tahun 2024.***(Lailatur Rofidah)