

inNalar.com – Pemerintah Provinsi Jambi terus mendorong geliat pembangunan infrastruktur penghubung antarwilayah, terutama bandara.
Diketahui, Provinsi Jambi telah memiliki tiga bandara yang tersebar di beberapa titik dengan bandara utamanya adalah Bandar Udara Sultan Thaha Saifuddin.
Adapun dua bandara pendukung lainnya di Provinsi Jambi adalah Bandar Udara Depati Parbo di Kabupaten Kerinci dan Bandar Udara Muara Bungo yang ada di Kabupaten Bungo.
Pada masa pandemi, kedua bandara pendukung di Provinsi Jambi ini sempat mengalami kelumpuhan sebab tidak adanya penerbangan yang dijadwalkan untuk mencegah penyebaran virus COVID-19.
Diketahui sebelumnya Bandara Muara Bungo ditutup pada 24 April 2020. Namun, nampaknya Bandar Udara yang ada di Kabupaten Bungo, Jambi, kini mulai berhasil bangkit dari kelesuannya.
Kebangkitan Bandara yang ada di Kabupaten Bungo Jambi ini mulai nampak saat kehadiran maskapai NAM Air pada 3 Desember 2021.
Meski jadwal penerbangannya saat itu hanya terbatas tiga kali seminggu, tetapi aktivitas bandara semakin terlihat.
Hingga akhirnya, mulai 15 April 2023, Bandar Udara Muara Bungo semakin ramai dipenuhi oleh penumpang saat ramai arus mudik.
Diketahui penumpang bandara Muara Bungo ini tidak hanya dipenuhi oleh warga Kabupaten Bungo Jambi saja, melainkan 3 kabupaten lainnya ikut meramaikan lalu lintas di bandar udara ini.
Penumpang yang berasal dari Kabupaten Tebo, Dharmasraya, dan Merangin nampak ikut meramaikan bandara yang ada di Kabupaten Bungo Jambi ini.
Adanya peningkatan jumlah penumpang yang melesat di tahun ini bisa jadi disebabkan oleh dua hal yang mendukung, yakni sebagai berikut.
Pertama, jarak dari wilayah Kabupaten Tebo menuju Bandara Muara Bungo Jambi ini hanya sekitar 88 kilo meter. Kemudian, jaraknya dengan Kabupaten Merangin hanya sekitar 73,6 kilo meter.
Sementara Kabupaten Dharmasraya hanya berjarak 62 kilo meter dengan Bandar Udara Muara Bungo Jambi.
Jarak ketiga wilayah di atas jauh lebih dekat menuju Bandara yang ada di Kabupaten Bungo, dibanding jika para penumpang dari wilayah tersebut harus transit di Bandara Jambi.
Sehingga, alasan utama peningkatan jumlah penumpang yang kian masif bisa jadi karena letak bandaranya yang strategis dan mampu memangkas waktu perjalanan.
Kedua, peningkatan ini juga diimbangi dengan selesainya jalan akses menuju bandara yang sebelumnya selama bertahun-tahun mengalami kerusakan parah.
Adapun jalan sepanjang 3 kilo meter menuju bandara yang telah diperbaiki tersebut rampung pada 10 Januari 2023.
Diketahui bahwa Bandar Udara Muara Bungo sendiri mulai dibangun pada tahun 2006, hingga akhirnya diresmikan pada tanggal 9 Juni 2012.
Dilansir dari laman resmi Ditjen Kementerian Perhubungan RI, Bandar Udara ini termasuk dalam bandara kelas III yang kini melayani sejumlah penerbangan domestik.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi