

inNalar.com – Indonesia terkenal dengan banyaknya moda transportasi jalur udara yang sampai saat ini tak hanya berada di Pulau Jawa
salah satu bandara yang terdapat di luar pulau jawa adalah terletak di papua, bahkan kini mempunyai bandara udara internasional yang cukup banyak.
salah satu bandara di papua yakni bernama Bandara Frans Kaisiepo terletak di Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua.
Diketahui Bandara yang terletak di timur indonesia ini memiliki sejarah yang cukup panjang, salah satunya adah dari penamaan bandara itu sendiri.
Nama Bandara Internasional Frans Kaisiepo di Papua ini diambil dari nama seorang pahlawan, yang lahir di Biak Barat Papua.
Dirinya merupakan seorang gubernur yang pernah menjadi pada periode 1964 sampai 1973 sekaligus wakil Papua pada saat konferensi 1946 yaitu saat pembentukan Republik Indonesia.
Baca Juga: Rencana Pembangunan Bandara Senilai Rp2,1 Triliun di Lahan Perhutani Banten, Bagaimana Kejelasannya?
Frans Kaisiepo ini merupakan sosok pertama yang mengusungkan nama ‘Irian’ sebagai nama pengganti ‘Papua’.
Perlu diketahui nama ‘Irian’ merupakan akronim yang berarti ‘Ikut Republik Indonesia Anti Nederland’.
Sejak tahun 90an Bandara Frans Kaisiepo ini telah melayani penerbagangan dengan pendaratan di Hawaii.
Baca Juga: Prediksi Soal UTS, PTS Kelas 8 SMP Pelajaran IPA Semester 1, Dijamin Keluar! Lengkap Beserta Jawaban
Maskapai Garuda Indonesia saat itu memasukan Biak ke dalam penerbangan internasional ke Amerika Serikat.
Saat itu di peridoe 1996 sampai degan 1998 Garuda Indonesia membetuk rute Jakarta-Denpasar-Biak-Honolulu-Los Angels, yang mengartikan penerbangan di Papua ini dapat langsung mendarat di Hawaii.
Bandara Frans kaisiepo ini memiliki panjang landasan pacu sepanjang 3.570 meter, yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I yang dinobatkan sebagai bandara terpanjang keempat di Indonesia.
diketahui PT Angkasa Pura ini pernah mengalami kerugian atas Bandara Frans Kaisiepo. dengan kerugian mencapai nilai Rp23 miliar.
Kerugian yang terjadi diakibatkan oleh minimnya penerbangan yang singgah di wilayah Biak.
Namun meski begitu, PT Angkasa Pura I mendapat total ganti rugi sebesar Rp15 miliar oleh Pemprov Papua di tahun 2014.
Uniknya Bandara Frans Kaisiepo di Papua ini berdiri di atas litologi batu gamping atau sebuah batu karang yang sangat keras dan bersifat sangat kokoh.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi