

inNalar.com – Tidak lama lagi Indonesia akan mewujudkan gebraan teknologi pembayaran tol nirsentuh atau tanpa setop.
Sistem traksaksi nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) siap diujicoba di Tol Bali Mandara.
Belum lama ini Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono telah datang ke Bali untuk meninjau simulasi penerapan MLLF di Gerbang Tol Ngurah Rai.
Rencananya, peluncuran uji coba terbatas akan dilakukan pada 12 Desember 2023 sampai Januari 2024.
Di tahap awal, transisi sistem pembayaran itu rencananya hanya akan diberlakukan di lajur 4 Gerbang Tol Ngurah Rai saja.
Jika setelah evaluasi dinilai siap, maka akan mulai diterapkan pada seluruh lajur gerbang tol pada Maret 2024.
Baca Juga: Ternyata PNS dan PPPK Itu Beda! Begini 5 Poin Perbedaan Keduanya Menurut UU No 5 Tahun 2014
Percobaan ini diharapkan benar-benar bisa terealisasi.
Dilansir inNalar.com dari YouTube Branding IT, rencana penerapan teknologi MLFF sebenarnya sudah molor 2 tahun.
Sebelumnya, uji coba penerapan sistem pembayaran tol tanpa setop ini awalnya telah direncanakan di Maret 2022.
Baca Juga: UU ASN Resmi Jabarkan Hak ASN PNS dan PPPK Dalam Pasal 21? Begini 7 Poin Pentingnya…
Kemudian, wacana tersebut mundur dan direvisi akan dilaksanakan pada Desember 2022.
Sayangnya, wacana itu kembali batal diterapkan dan dijadwalkan akan diujicoba di Bali pada 1 Juni 2023.
Karena masih belum juga siap, kemudian diundur lagi sampai Desember 2023 yang akan datang.
Penerapan teknologi baru ini memang membutuhkan sosialisasi dan persiapan yang matang.
Diketahui, proyek strategis nasional tersebut disponsori oleh Pemerintah Hungaria dengan nilai investasi mencapai 300 juta dolar atau Rp4,7 triliun.
Pelaksanaan proyek jalan tol elektronik tersebut dijalankan oleh PT Roatex Indonesia Toll System, yakni perusahaan patungan Hungaria dan Indonesia.
MLFF Menerapkan Teknologi Satelit
Dikutip dari laman bpjt.pu.go.id, sistem pembayaran nirsentuh itu menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS).
Kendaraan nantinya tidak harus berhenti di gerbang tol untuk melakukan pembayaran.
Sebab, semua kendaraan yang lewat telah terekam sensor dan sudah dipantau melalui satelit.
Transaksi akan terjadi melalui aplikasi smartphone yang secara otomatis dibaca melalui satelit.
Saldo uang elektronik yang ada di aplikasi pengguna juga langsung terpotong saat kendaraan terdeteksi sensor telah melintasi gerbang tol.
Penerapan sistem MLFF berbasis GNSS itu juga akan membuat barrier di gerbang tol tidak dibutuhkan lagi.
Hal itu dapat memangkas waktu beberapa detik dan membuat pengguna tol tidak perlu berhenti untuk melakukan transaksi.
Namun, karena sistem ini adalah sebuah transisi teknologi, maka tantangan terbesarnya adalah bagaimana implementasinya kepada masyarakat.***