

inNalar.com – Menyusul proyek hilirisasi pemerintah, pembangunan smelter baik nikel, bauksit, atau alumina terus dilakukan.
Sebagai contohnya adalah smelter alumina yang ada di Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar) ini.
Proyek smelter alumina atau Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) ini adalah milik PT Borneo Alumina Indonesia dan merupakan proyek.
Baca Juga: Covid-19 Beri Efek Buruk Pada Penyintas hingga Sebabkan Kerusakan Organ, Apa Saja Dampaknya?
Pembangunan proyek ini dilakukan oleh dua kontraktor yang tergabung dalam sebuah konsorsium EPS (Engineering, Procurement, and Construction).
Anggota dari konsorsium ini adalah PT Pembangunan Perumahan (PP) (Persero) Tbk dan China Aluminium Engineering Corporation Limited (Chalieco).
Pembangunan dari proyek smelter alumina ini ternyata tidak semulus yang dibayangkan.
Pasalnya, pada tahun 2022, Holding BUMN Pertambangan, MIND ID, berencana untuk memutus kontrak dan mengganti kontraktor dari proyek ini.
Hal ini bukan tanpa alasan. Diketahui rencana ini sempat muncul karena adanya konflik internal.
Namun, rencana ini hanya tinggal rencana dan pada akhir tahun 2022, MIND ID memutuskan untuk tidak melakukan rencana tersebut sehingga kontraktor dari proyek ini tetap PT PP dan Chalieco.
Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat, Sifat Muslim Sejati Adalah Tak Pantang Menyerah
Pembangunan smelter alumina milik PT Borneo Alumina Indonesia ini terus dilanjutkan sampai tahun 2023 ini.
Dilansir inNalar.com dari bpkp.go.ig, proyek pembangunan smelter alumina ini sudah mencapai 64,83 % pada September 2023.
Proyek yang dimulai pada Desember 2022 ini dilakukan dengan sangat massive dan menggunakan metode yang cukup menarik.
Berbeda dengan yang lain, dimana pembangunan dilakukan dari bawah ke atas, metode yang digunakan untuk membangun smelter alumina ini adalah dengan menginstal dua plat terlebih dahulu, lalu diangkat ke atas dan plat lain ditambahkan ke bawahnya.
Proyek smelter alumina milik PT Borneo Alumina Indonesia ini memiliki kapasitas sekitar satu juta ton alumina per tahun.
Smelter alumina ini juga diperkirakan akan memulai tahap produksinya pada tahun 2024.
Baca Juga: Hanya 30 Menit ke IKN, Kalimantan Timur Bakal Punya Jalan Tol Istimewa yang Akan Rampung Pada…
Selain itu, smelter alumina ini juga mampu menyerap tenaga kerja yang sangat banyak, yakni sekitar 1.300 orang.
Adapun anggaran yang dihabiskan untuk membangun proyek ini adalah sekitar USD $ 831,5 juta atau sekitar Rp 11,6 triliun (kurs Rp 14.000,-).***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi