

inNalar.com – Sempat mangkrak hingga belasan bulan, Smelter yang dibangun di Mempawah Kalimantan Barat kini dibangun kembali.
Berdasarkan sumber dari website resmi DPR RI, pembangunan proyek smelter di Kalimantan Barat ini merupakan Pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR).
Letak dari proyek smelter ini terletak di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat yang saat itu menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).
Proyek Smelter di Mempawah ini sempat mangkrak karena terjadinya perselisihan antara pihak yang memegang konsorsium EPC yaitu BUMN asal China, Chalieco dengan porsi saham awal yaitu 75 persen dan sisanya 25 persen adalah milik PTPP.
Meskipun proyek Smelter di Kalimantan Barat ini sempat mangkrak meskipun akan memiliki kapasitas 1 juta ton.
Proyek SGAR di Mempawah itu sempat dicabut dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui Penerbitan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 8 Tahun 2022 pada akhir bulan Juli tahun 2022.
Baca Juga: Gerus Dana Rp44,8 Miliar! Bendungan di Aceh Justru Bikin Petani Rugi Hingga Rp250 Miliar, Kok Bisa?
Pernah mangkrak, pada bulan Juni tahun 2023 PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dengan PT Inalum (Persero) akan melanjutkan kembali proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) dan akan menargetkan akan mulai beroperasi pada bulan Juni 2024.
Dewa Agus, Direktur Pengenbangan Udaha Antam I sedang melakukan kerjasama dengan Chalieco (China Alumunium International Engineering Corporation Ltd.) yang merupakan BUMN China untuk mendirikan SGAR.
Dengan keterlambatan yang pernah terjadi di Proyek Smelter Mempawah, Abtan bekerjasama dengan Inalum membagi proyek kepemilikan saham Inalum 60 persen sedangkan Antam 40 persen.
Setelah permasalahan yang pernah terjadi karena pembagian saham, progres dari Smelter di Mempawah Kalimantan Barat ini. Pada bulan Juni tahun 2023 sudah memiliki progres 40 persen.
Sebelumnya proyek Smelter Mempawah pernah ditargetkan infrastrukturnya 70 persen pada bulan Maret tahun 2022. Sebab adanya perselisihan pembagian saham, pengerjaan jgu hanya berada di posisi 13 sampai 14 persen.
meskipun pernah mangkrak, semoga proyek Smelter di Mempawah Kalimantan Barat tersebut bisa diselesaikan sesuai target yaitu pada tahun 2024.***