

inNalar.com – Masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), di Provinsi Bali terdapat pembangunan bendungan yang cukup menarik.
Bagaimana tidak menjadi menarik, sebab ini merupakan bendungan pertama di Bali, Indonesia, bahkan Asia Tenggara yang menggunakan bahan unik dalam pembangunannya.
Bangunan tersebut adalah bendungan Tamblang, yang berada di Desa Sawan, Buleleng, provinsi Bali.
Awalnya waduk di Bali ini akan dinamai bendungan Tamblang, namun nama tersebut telah berubah saat dilakukannya peresmian.
Perubahan nama tersebut diusulkan oleh I Wayan Koster , selaku gubernur Bali dan mengubahnya menjadi bendungan Danu Kerthi.
Bendungan Danu Kerthi merupakan bahasa lokal, yang mana Danu berarti sumber air.
Baca Juga: Pemain Muda Keturunan Indo-Suriname Ryan Flamingo Diincar Shin Tae-yong Perkuat Timnas
Sedangkan Kerthi merupakan arti dari menyucikan dan memuliakan sumber mata air. Dari itu maka munculah bendungan Danu Kerthi Buleleng, Bali.
Menariknya, saat pembangunan Bendungan dilakukan, justru ditemukan terowongan yang diduga peninggalan jaman Belanda.
Bahkan terowongan ini berjumlah 8 buah, yang mana salah satunya memiliki panjang 420 meter.
Bendungan yang jadi pertama di Indonesia sekaligus Asia Tenggara ini dibangun sejak tahun 2018, dan diresmikan pada Februari tahun 2023.
Dibangun selama 5 tahun, bendungan Danu Kerthi di Bali membutuhkan anggaran dana sebesar Rp 820 miliar.
Dilansir InNalar.com dari ppid.bulelengkab.go.id, dapat menjadi destinasi wisata dunia, sebab Bendungan Danu Kerthi ini memiliki nilai spesial pada sisi kontruksinya.
Pasalnya, waduk di Bali ini merupakan bendungan yang pertama kali menggunakan inti aspal sebagai kontruksi main core di asia tenggara.
Menggunakan inti aspal, teknologi ini memiliki ketebalan 70 cm, sehingga dapat membuat bendungan lebih kedap dan anti bocor.
Apalagi teknologi tersebut dapat membuat daya tahan bendung menjadi lebih kuat, volume yang dibutuhkan juga lebih sedikit, memiliki fleksibiltas tinggi, sekaligus resisten terhadap gaya beban dari segala arah.
Dengan keunggulan-keunggulan itu, maka membuat Bendungan Danu Kerthi di Bali ini menjadi tahan gempa.
Sekedar informasi, kebanyakan bendungan selama ini menggunakan teknologi inti clay, yang membangunnya menggunakan bahan dasar tanah liat.
Selain harus membutuhkan dana yang lebih tinggi, penggunaan aspal sebagai main core di bendungan juga dapat menekan pengeluaran biaya pembangunan. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi