

inNalar.com – Berlibur dengan tujuan ingin bersenang-senang, malah sebaliknya mendapat musibah seperti ambruknya wahana seluncur di Kenpark Surabaya.
Peristiwa ambruknya seluncuran di Kenpark Surabaya, dikabarkan telah memakan korban 16 orang luka-luka, delapan orang mengalami luka berat dan trauma.
Insiden kecelakaan di Kenpark Surabaya tersebut terjadi pada sekitar pukul 13.30 WIB.
Saat kejadian tersebut, kondisi Kenpark Surabaya memang dipenuhi pengunjung yang ingin memakai beberapa wahananya.
Termasuk wahana seluncuran air yang ada di Kenpark Surabaya, naasnya seluncuran yang digunakan macet.
Didalam seluncuran itu terdapat banyak pengunjung wisatawan yang naik untuk berselancar dari atas.
Tetapi seperti tidak tahan membawa beban berselancar, dan ambruk dari ketinggian 10 meter.
Baca Juga: 15 Ucapan Perayaan Hari Raya Waisak 2566 BE yang Cocok Dibagikan di Media Sosial
Diduga, ambruknya seluncuran air di Kenpark Surabaya karena fasilitas wahana kurang perawatan di Kpark Surabaya.
Dan juga banyaknya pengguna pada wahana selucur air tersebut. Tidak tahan menahan beban yang cukup banyak.
Setidaknya, dari kejadian tersebut ada 16 orang terjatuh, diantaranya ada anak-anak dan remaja.
Terlihat korban jatuh, sontak langsung dikerumuni oleh para pengunjung lain yang berada dibawa, langsung digotong untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: 10 Quotes Hari Waisak 2566 BE yang Cocok Dibagikan di Media Sosial saat Tri Suci Waisak 2022
Tim medis langsung memberikan penanganan serta evakuasi korban yang terjatuh di seluncuran air Kpark Surabaya.
Korban yang terjatuh dan mengalami luka-luka langsung dilarikan ke IGD RSUD dr.Soetomo untuk mendapatkan penanganan medis segera.
Dari kejadian tersebut, polisi langsung menutup tempat wisata Kpark Surabaya dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Delapan korban dirujuk ke RSUD dr.Soewandhi dan delapan korban lainnya dirujuk ke RSUD dr.Soetomo Surabaya.
Pihak korban juga ikut mendampingi agar penanganan medis berjalan dengan lancar.
Kejadian ini langsung mendapatkan perhatian dari Walikota Surabaya, Eri Cahyadi dan langsung meninjau ke lokasi RSUD dr.Soetomo.
Walikota Surabaya Eri Cahyadi juga meminta perawatan korban tidak hanya berhenti sampai disini saja, harus berlanjut dengan perawatan dan konseling trauma pasca kejadian. ***