Seluas 113 Ribu Hektar, Danau di Sumatera Utara Ini Akan Jadi Bandara Atas Air Pertama di Dunia, Bisa Tebak?

inNalar.com – Jika Jawa Tengah memiliki bandara terapung, kali ini Sumatera Utara akan memiliki bandara di atas danau.

Ya, jika ini benar-benar terjadi, maka Indonesia akan menjadi negara pertama yang memiliki bandara di atas danau pertama di dunia.

Meskipun harus memiliki banyak pertimbangan jika bandara di atas danau di Sumatera utara ini benar-benar terealisasikan, namun ini merupakan terobosan baru.

Baca Juga: Salip Cilacap, Ekspansi Kilang Minyak di Kalimantan Timur Ini Telan Biaya 46 Triliun dan Tampung 360 Ribu BH

Apalagi nanti bandara di danau Sumatera Utara ini akan mendukung pula sektor pariwisata yang ada di daerah tersebut.

Adapun danau di Sumatera Utara tersebut memiliki luas 113.000 hektar, yang nantinya sebagian akan dijadikan bandara.

Sebenarnya dalam penciptaan bandara di atas air, wacana ini tidak hanya dilakukan di Sumatera Utara.

Baca Juga: Masih Terisolir? Desa Terpencil di Kalimantan Barat Ini Terkepung Air, Harus Selalu Gunakan Perahu?

Karena terdapat 10 lokasi yang nantinya dijadikan bandara di atas air, bisa berada di atas danau ataupun di atas laut.

Nantinya, pesawat yang akan digunakan untuk mendarat di bandara di atas air ini adalah pesawat amfibi.

Adapun alasan dari pesawat amfibi atau seaplane yang digunakan karena pesawat tersebut mempunyai kemampuan dalam mendarat serta lepas landas saat berada di atas air.

Baca Juga: Bukan di Makkah atau Madinah, Tempat di Kota Surabaya ini Jadi Pusat Perbelanjaan Oleh-oleh Haji dan Umrah

Seperti yang dijelaskan di atas, terdapat 10 lokasi yang akan dibangun bandara di atas air.

Sedangkan 10 lokasi yang dilakukan studi Kemenhub adalah di Pulau Senua-Kepulauan Riau, Pulau Gili Iyang-Jawa Timur, daerah Danau Toba-Sumatera Utara, Derawan Berau-Kalimantan Timur, dan Gili Trawangan Lombok Utara-NTB.

Dilanjutkan dengan Bunaken Manado-Sulawesi Utara, Labuan Bajo Manggarai Barat-Nusa Tenggara Timur, Pulau Widi Halmahera Selatan-Maluku Utara, Wakatobi-Sulawesi Tenggara, serta Raja Ampat-Papua Barat.

Sedangkan danau di Sumatera Utara yang memiliki luas 113.000 hektar, dan akan dijadikan bandara atas air adalah danau Toba.

Dengan bandara yang terletak di dalam danau, serta pesawat yang digunakan adalah pesawat pesawat amfibi tentu pilot yang diperlukan haruslah tidak kaleng-kaleng.

Karena itu Kementerian Perhubungan telah melakukan kolaborasi dengan Akademi Penerbang Indonesia (API), guna melatih pilot-pilot yang akan berlabuh di bandara atas air yang diclaim pertama di dunia ini.

Meskipun begitu, proyek ambisius untuk menjadikan danau Toba sebagai bandara masihlah memerlukan kajian mendalam dan perencanaan yang lebih matang.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]