

inNalar.com – Warga yang tinggal di Kabupaten Polewali Mandar sangat beruntung. Pasalnya, dana desa 2024 untuk Sulawesi Barat (Sulbar) sudah teralokasi dengan jelas.
Menurut rincian dana desa terbaru, kampung di Kabupaten Polewali Mandar ini diproyeksi bisa semakin bersaing dengan daerah lainnya di Sulawesi Barat.
Sesuai dokumen Rincian Peraturan Menteri Keuangan (RPMK) Tahun Anggaran 2024, kampung di pelosok Sulawesi Barat ini akan mendapatkan dana desa sebesar Rp1.585.208.00.
Dari 144 total desa yang akan mendapatkan penyaluran dana ini, alokasi dana sebesar Rp1,58 miliar inilah yang tertinggi di wilayahnya.
Sedikit petunjuk, desa yang tengah dibahas ini berada di Kecamatan Campalagian.
Dari Campalagian menuju kampung istimewanya Sulawesi Barat ini butuh jarak tempuh sejauh 4 kilometer.
Jangan kaget ya, kampung ini dapat diakses dari ibukota kabupatennya saja sejauh 30 kilometer.
Kampung paling hoki se-jagad kabupaten Polewali Mandar ini terbagi menjadi 7 dusun.
Lebih rincinya, ketujuh dusun tersebut meliputi Batusasi, Galung, Lambelotong, Pessunan, Pummossi, Puambuttu, dan Rondongan.
Kampung ini mengantongi dana desa terbanyak se-kabupaten dimungkinkan beberapa kriteria yang mempengaruhinya.
Sekadar informasi terlebih dahulu, untuk tahun anggaran 2024 ini, desa tersebut meraih pendanaan alokasi dasar sebesar Rp733.178.000 atau Rp733,18 juta.
Sementara berdasarkan penghitungan formulanya, kampung di pelosok Polewali Mandar, Sulawesi Barat ini besaran dana desa tembus Rp852.030.000 atau Rp852 juta.
Dengan demikian, total dana pembangunan daerahnya mencapai Rp1,58 miliar. Fantastis, bukan?
Besaran nominal yang fantastis ini diberikan kepada kampung bernama Sumarang ini bukan tanpa alasan.
Sebab besaran alokasi dasar dan alokasi formula ditentukan berdasarkan sejumlah pertimbangan.
Apabila membedah demografis Desa Sumarang, diketahui total penduduknya terbanyak di kecamatannya.
“Penduduk Kecamatan Campalagian paling banyak berada di Desa Sumarang, yaitu 6.346 orang,” dikutip dari Badan Pusat Statistik 2023.
Jadi apabila merujuk pada ketentuan PMK 2023, Desa Sumarang masuk ke dalam klaster desa yang penduduknya berkisar 5.001 – 10.000.
Artinya, besaran alokasi dasar yang diterima daerah tersebut sebanyak Rp733,18 juta.
Kabar baiknya, Desa Sumarang tidak mendapatkan alokasi dana desa afirmasi.
Itu berarti, kampung di Kabupaten Polewali Mandar ini tidak terklasifikasi sebagai desa tertinggal.
Pada indikator lainnya, Sumarang juga memperoleh pendanaan fantastis dari alokasi formula.
Penghitungan formula ini ditentukan dari seberapa luas wilayahnya, seberapa banyak jumlah penduduk miskinnya, dan seberapa tinggi tingkat kesulitan geografisnya.
Tahukah bahwa Kampung Sumarang mengisi 23 persen luas wilayah total Kecamatan Campalagian.
Baca Juga: Imbuhan di-, Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA Halaman 20 Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi)
Luas wilayah desa ini melega 20,10 kilometer persegi, terluas di kecamatannya.
Lantas, seberapa banyak akses kesejahteraan masyarakat warga desa ini? Mari kita cek bersama.
Dilihat dari akses pendidikan warganya, Desa Sumarang tercatat memiliki dua unit Taman Kanak-kanak (TK); 5 unit Sekolah Dasar (SD); 1 unit Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), kampung ini memiliki 2 unit, terbanyak di Kecamatan Campalagian.
Sumarang pun memiliki 2 unit Madrasah Tsanawiyah (MTs), tetapi belum ada Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Madrasah Aliyah (MA).
Dilihat dari akses kesehatan masyarakat, desa ini pun memiliki 1 unit Poskesdes dan 7 unit Posyandu.
Sayangnya belum ada dokter di desa ini. Setidaknya hanya ada 2 bidang yang tercatat berada di kampung istimewanya Polewali Mandar ini.
Tercatat pula, setidaknya sudah ada akses jamban yang baik untuk 598 jiwa di desanya.
Kampung ini pun terbilang belum banyak memiliki akses air bersih sebanyak desa lainnya.
Tercatat ada temuan 52 sumur gali dan 1 titik sumur bor yang bisa memasok air bagi warga desanya.
Tentu jumlah titik ini perlu diperbanyak agar masyarakat semakin sehat dan sejahtera.
Kendati demikian, warga Kampung Sumarang tidak ada yang tercatat menderita gizi buruk.
Dilihat dari kesejahteraan warganya dalam beragama pun, Sumarang memiliki 12 unit masjid dan 2 musholla.
Tidak ada gereja atau pun kuil klenteng dimungkinkan karena penduduknya 100 persen beragama Islam.
Menariknya, warga Kampung Sumarang dapat dikatakan cukup memiliki gaya hidup yang sehat.
Terlihat fasilitas olahraga di desanya tersebar 1 unit lapangan sepak bola, 5 unit lapangan voli, dan 2 unit lapangan bulu tangkis.
Hal yang menjadi catatan penting bagi kampung ini adalah, desa ini belum memiliki sistem mitigasi kebencanaan, merujuk pada BPS 2023.
Belum ada rambu-rambu dan jalur evakuasi bencana yang tersedia di desa tersebut.***