
inNalar.com – Setelah kejadian viral yang membuat Gus Miftah mundur dari posisinya sebagai Utusan Khusus Presiden bidang Kerukunan Beragama.
Posisi ini tidak hanya melibatkan diplomasi antar umat beragama, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya toleransi dan hidup berdampingan secara harmonis.
Sehingga kosongnya tugas ini muncul kebutuhan mendesak untuk mencari sosok pengganti yang tepat.
Dan di antara nama-nama yang beredar, ada dua pendakwah yang cukup disorot. Yaitu Ustaz Adi Hidayat dan Habib Ja’far Al Hadar yang menjadi kandidat kuat pengganti Gus Miftah.
Dengan alasan kedua pendakwah tersebut memiliki pendekatan yang baik dan menarik ketika menyampaikan tausiah.
Terutama Habib Ja’far Al Hadar yang kini sangat dikenal sebagai pendakwah yang sangat digandrungi para generasi muda.
Pria yang lahir pada 21 Juni 1988 ini merupakan keturunan ke-38 Nabi Muhammad SAW dan memiliki latar belakang pendidikan yang mengesankan.
Di mana setelah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren YAPI Bangil lalu melanjutkannya dengan studi di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Dengan fokus studi pada bidang Akidah dan Filsafat Islam.
Baca Juga: Ini Analisis Mendalam Kekuatan Timnas Vietnam, Tantangan Berat bagi Skuad Garuda
Tak hanya itu pendakwah kelahiran Bondowoso, Jawa Timur ini juga tengah menyelesaikan program magister Tafsir Qur’an di universitas yang sama.
Hal yang paling menarik dari Habib modern ini adalah gaya dakwahnya yang aktif melalui berbagai platform media sosial.
Media sosial tersebut termasuk channel YouTube “Jeda Nulis” yang menyajikan konten-konten dakwah dengan pendekatan yang fresh dan mudah dipahami.
Habib Jafar juga dikenal sering berkolaborasi dengan tokoh-tokoh publik lainnya.
Termasuk dengan komedian seperti Tretan Muslim dan Coki Pardede dalam program Pemuda Tersesat yang membuat namanya melambung.
Karena kolaborasi ini tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan ruang bagi diskusi tentang isu-isu sosial dan agama yang relevan bagi anak muda.
Selain itu, ia juga merupakan penulis produktif dengan beberapa karya buku dengan judul Anakku Dibunuh Israel dan Tuhan Ada di Hatimu.
Pendakwah muda ini juga terlibat dalam Gerakan Islam Cinta dan menjabat sebagai Direktur Akademi Kebudayaan Islam Jakarta.
Yang melalui kegiatan ini, dia berupaya untuk menyebarkan pandangan mengenai Islam sebagai ajaran yang penuh cinta dan kedamaian.
Tak hanya gaya dakwah namun pendekatan yang diambil oleh pria yang dikenal sebagai Habib Industri ini juga cukup menarik.
Habib Jafar sering tampil dengan penampilan kasual, mengenakan kaos dan celana jeans, serta peci putih, sehingga membuatnya terlihat lebih relatable bagi kaum muda.
Sehingga pembawaan yang terpancar dari pendakwah ini terasa santai namun tetap sarat makna membuat pesan-pesannya mudah diterima oleh berbagai kalangan.
Dengan semua latar belakang tersebut membuat publik menilai bahwa Habib Jafar menjadi kandidat yang sangat berpotensi selain Ustaz Adi Hidayat untuk bisa mengisi posisi yang ditinggalkan Gus Miftah.
Karena pendakwah ini dapat menjadi jembatan antara berbagai kelompok agama di Indonesia.
Serta dapat mempromosikan dialog antarumat beragama dengan cara yang lebih segar dan relevan.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi