Sekolah di Padang Dijaga Ketat Oleh Polisi, Puluhan Orang Tua Murid Diusir Karena Anaknya Belum Vaksin


inNalar.com – Pro dan kontra vaksin nyatanya masih menimbulkan permasalahan terutama bagi dunia pendidikan. Kewajiban vaksin yang sudah diberlakukan bagi anak-anak usia 6-11 tahun nyatanya belum merata.

Dikutip inNalar.com dari berita Pikiran-Rakyat.com berjudul “Siswa di Padang Dilarang Masuk Sekolah jika Belum Vaksin Covid-19, Orangtua Sampai Diusir Aparat”

Alasannya bermacam-macam. Mulai dari ketakutan orang tua terhadap efek dari vaksin, dan stok vaksin yang tidak mencukupi. Karena hal tersebut, masih banyak anak-anak yang belum divaksin.

Seperti yang terjadi di kota Padang, Sumatra Barat. Para orang tua dan wali murid serentak melaporkan kepada Ombudsman Sumatra Barat karena mengaku diusir tidak boleh masuk ke sekolah lantaran anak mereka belum divaksin Covid-19.

Baca Juga: PTM 100 Persen di Cianjur Dihentikan Untuk Sementara, Ketua FPKBM Cianjur Angkat Bicara

Larangan tersebut dikeluarkan oleh pihak sekolah dan Dinas Pendidikan setempat pada aturan di Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan Padang Nomor 421/46/Dikbud/Dikdas.03/2022.

Surat Edaran tersebut isinya adalah tentang Pelaksanaan Vaksinasi Anak usia 6-11 tahun untuk mencegah Covid-19. Salah satu isi SE tersebut adalah ada dalam poin ke dua yang tertulis bahwa murid yang belum atau tidak divaksin agar melaksanakan pembelajaran secara mandiri di rumah didampingi oleh orang tua.

Namun berbeda dengan pandangan orang tua. Salah satu wali murid mengaku bahwa mereka disuruh untuk mengajar anak mereka sendiri di rumah.

Baca Juga: Kemendikbud Sahkan Aturan Terbaru PJJ dan PTM, Dokter Adaninggar Bersyukur Sarannya Didengar Nadiem Makarim

“Kami melapor ke Ombudsman karena anak-anak tidak dapat hal untuk belajar,” ujar Andre Astoni, dikutip dari Antara melalui Pikiran-Rakyat.com pada hari Sabtu, 12 Februari 2022.

“Seharusnya kalau orang tua memang tidak bersedia anaknya untuk divaksin, anak tetap mendapatkan pembelajaran secara daring. Tapi kita justru disuruh untuk mengajar anak kami sendiri,” lanjut Andre yang sekaligus sebagai Ketua Komite SDIT Luqman Padang.

Wali murid lain juga mengaku kalau mereka diusir saat mengantar anaknya sekolah lantaran anak mereka belum divaksin.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS, Buntut dari Inflasi

“Karena anak saya belum divaksin, jadi disuruh pulang,” ujar wali murid tersebut.

Karena hal tersebut, puluhan orang tua murid pun akhirnya melapor kepada Ombudsman. ***(Rizki Laelani/Pikiran-Rakyat.com)

Rekomendasi