

inNalar.com – Telah ditemukan benda-benda yang diperkirakan adalah peninggalan sebuah kerajaan di Jawa Timur.
Lebih tepatnya di Desa Ngembat, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Di dalam hamparan hutan Mojokerto, di bawah guguran daun jati yang tebal, ditemukan berbagai benda kuno yang diduga berasal dari zaman kerajaan Majapahit.
Baca Juga: Cantik Eksotis! Standar Kecantikan Wanita di Desa Mentawai, Sumatera Barat Ini Sungguh Tak Biasa
Mayarakat setempat antusias dengan penemuan tersebut dan ini menjadi bukti bahwa lokasi tersebut mungkin merupakan bagian dari sejarah peradaban besar di masa lampau.
Di dalam hutan jati Mojokerto ini, masyarakat menemukan sebuah batu bata yang diduga adalah bagian dari istana sebuah kerjaan.
Batu bata terseut ditemukan dibawah hamparan daun jati yang berguguran. Berbentuk setengah lingkaran atau dua pola sejajar.
Baca Juga: Bukan Cuma Pengaruh Fisik! Suhu Udara Ternyata Bisa Menjelaskan Kepribadian Seseorang
Hal tersebut yang membuat para warga yakin bahwa batu bata itu merupakan peninggalan sejarah.
Benda ini dipercaya mempunyai pola arsitektur yang sama dengan pola yang sering ditemukan di Trowulan, salah satu pusat dari Kerajaan Majapahit.
Selain benda-benda tersebut, ditemukan juga sebuah lumpang batu, yang diyakini sebagai alat tradisional untuk menumbuk rempah-rempah atau bahan makanan.
Baca Juga: Tenang dan Bebas Sampah, Desa di Dolomites Italia Ini Bak Surga Tersembunyi
Alat ini ditemukan warga di bekas pemukiman zaman lampau. Hal tersebut memperkuat dugaan bahwa lokasi ini adalah sebuah kampung penting di masa kerajaan.
Pecahan genteng dari masa lampau yang ditemukan juga menunjukkan bahwa masyarakat dulu telah menguasai teknik pembuatan genteng.
Genteng yang dibuat dengan bahan khusus untuk mengurangi panas dari matahari itu memberikan gambaran unik tentang inovasi yang ada di masa tersebut.
Di antara berbagai temuan tersebut, uang kepeng menjadi salah satu temuan yang paling menarik.
Uang kepeng ini merupakan alat transaksi yang banyak digunakan oleh masyarakat di nusantara, terutama dari abad ke-8 hingga abad ke-15.
Dengan penemuan uang ini di tengah hutan jati menguatkan dugaan bahwa wilayah ini kemungkinan besar pernah menjadi lokasi aktivitas perdagangan atau pertemuan masyarakat.
Selain uang, juga ditemukan sebuah cincin, yang diduga milik bayi atau anak-anak. Beberapa ahli menganggap cincin ini sebagai simbol khusus yang sering diberikan kepada anak-anak bangsawan pada masa itu.
Benda-benda kecil tersebut, meskipun tampaknya sepele, mereka menyimpan kisah kehidupan sehari-hari dan menunjukkan adanya pemukiman berstruktur sosial tinggi di area ini.
Berdasarkan pola susunan batu bata dan berbagai artefak yang ditemukan, kemungkinan besar lokasi ini dulunya adalah kampung kuno yang menjadi bagian dari Kerajaan Majapahit.
Terdapat sebuah teori bahwa kampung ini mungkin dihuni oleh para pengrajin atau masyarakat kelas menengah yang mendukung kehiduoan istana atau pusat pemerintahan Majapahit.
Di sekitar area ini, menurut cerita masyarakat juga banyak ditemukan sisa-sisa bangunan dan bahkan bekas dapur dengan berbagai alat masak.
Penemuan benda-benda kuno di tengah hutan jati Jawa Timur ini memberikan gambaran betapa megah dan luasnya sejarah peradaban masa lalu di daerah ini.
Dengan mengungkap jejak yang tersembunyi ini, kita tak hanya mengenang sejarah, tetapi juga mendapatkan pemahaman baru tentang kehidupan masyarakat zaman dahulu.***(Dea Fransisca)