

InNalar.com – Haaland the Cyborg, Haaland the terminator, Haaland the Daemon. Itulah sebutan yang dikatakan orang-orang untuk memanggil alias dari Erling Haaland. Pemain striker yang saat ini membela Manchester City ini tak lama lagi akan bertempur di kejuaraan ULC di babak final liga champion.
Erling Braut atau yang disapa Erling Haaland itu lahir di Leeds, inggris. Meskipun baru berumur 22 tahun, karena ia lahir pada tanggal 21 Juli 2000, banyak pencapaian karir yang telah ia berikan selama bermain di lapangan hijau termasuk untuk Manchester City.
Tentu dengan tinggi 195 dan berat 88 kg, ia bisa berlari sangat kuat dengan pijakan yang luar biasa saat berlari untuk membobolkan bola ke gawang lawan. Ditambah lagi, dengan bakat yang menurun dari karir ayahnya, Alfie Haaland bakat ia untuk memainkan si bundar di lapangan tidak perlu diragukan lagi. Tentu ia pantas mendapat julukan Haaland the cyborg.
Meskipun terlahir di Inggris, namun striker Manchester City itu pemain bola dari Norwegia. Sama juga dengan ayahnya yang merupakan legenda dari Norwegia yang harus pensiun dini karena suatu kecelakaan saat ia bermain di lapangan.
Semasa kecil, Erling Braut memang memiliki cita-cita untuk menjadi pemain bola profesional. Dari hal tersebutlah semasa kecil ia masuk ke akademi muda Byrne dan mulai nampak menonjol pada bakat sepak bolanya.
Hal tersebut pun diakui juga oleh pelatih Byrne. Menurutnya ia tidak pernah melihat ada anak berumur 5 tahun yang terlihat secermelang itu dalam bermain sepak bola.
Dengan memulai awal perjalanan sepak bolanya di club Bryne FK selama 3 musim di Norwegia, ia lalu melanjutkannya di Club Molde FK tahun 2018. Saat di Molde FK, Haland membeDengan rikan permainan cemerlang, dengan memberikan 20 gol dan 6 assist selama 50 pertandingan.
Jika terdengar biasa, namun itu merupakan catatan yang luar biasa bagi pemain muda disana. Hal tersebut dibuktikan juga setelah berpindah lagi ke club Red Bull Salzburg di Austria di tahun akhir 2018, timnas Norwegia sampai merekrut dirinya saat masih berumur 18 tahun.
Setelah bermain di timnas Norwegia, akhirnya ia diambil oleh Borussia Dortmund selama 2 tahun. Setelah itulah Haland the cyborg itu menerima tawaran dari Manchester City di tahun 2022 dan memperkuat sistem penyerangan club inggris tersebut.
Baca Juga: Anthony Ginting Menjadi Perwakilan Indonesia Satu-Satunya di Semifinal Singapore Open 2023
Meskipun terlihat gemilang, kepindahan Haaland tidak disambut meriah oleh para pendukung club. Pasalnya menurut para pendukung club saingan setan merah itu, Haaland hanyalah seseorang yang mengandalkan fisik besarnya dibandingkan dengan skill dalam bermain bola.
Namun tanpa main-main, Haaland justru menunjukan permainannya di awal musim dengan mencetak 25 gol selama 20 pertandingan. Bahkan ia mencatat 3 kali hattrick hanya dalam setengah musim.
Tentu Manchester City membelinya dengan harga 75 euro atau kisaran 1,1 triliyun jika dirupiahkan tidak sia-sia. Karena permainannya selama ini memang tidak mengecewakan.
Dimulai dari situlah Nama Erling Haaland beserta julukannya mulai bersinar dan membuat gempar sepak bola premier league. Bagaimana tidak, ia telah memecahkan rekor dengan mencetak gol terbanyak selama 20 pertandingan, dan mencatat 4 kali hattrick selama bermain di liga inggris, mengalahkan Christiano Ronaldo yang hanya pernah tercatat 3 kali hattrick di liga inggris.
Bahkan di pertandingannya terakhir, ia mencatat rekor baru dengan mencetak 5 gol dalam satu pertandingannya di Liga Champion. Lalu bagaimana dengan penampilan dia nanti saat final di liga champion melawan Inter Milan?
Begitulah sejarah dari monster lapangan hijau Erling Haaland. Lalu bagaimana dengan pertandingan final champion nanti? Tunggu saja penampilan dari Haaland the cyborg nanti. *** (Alma Malik Dewantara)