Sejarah Peradaban Persia, Pernah Dipimpin Cyrus Agung hingga Jadi Pusat Agama Zoroaster

inNalar.com – Persia merupakan sebutan bagi wilayah yang berada di bagian selatan Iran, dahulu dikenal dengan nama Persis, Pars atau Parsa.

Bangsa Achaeminiyah merupakan kekaisaran besar yang berkuasa di wilayah dataran tinggi Iran, bangsa ini berkuasa sejak masa sejarah Yunani hingga kekuasaan Alexander The Great.

Wilayah kekuasaan kekaisaran Persia meliputi Dataran Tinggi Iran dan sekitarnya termasuk Asia Barat, Asia Tengah dan Kaukasus.

Baca Juga: Unggah Potret USG 4D, Cut Meyriska: Baby Girl or Boy? Ini Tebakan Warganet

Pada akhir abad ke-3 hingga awal abad ke-4, bersamaan dengan berkembangnya melek huruf Mesopotamia, di dataran rendah Khuzestan juga sudah mulai dikenal budaya tulisan (cuneiform) seperti halnya yang terjadi di Mesopotamia.

Sehingga di daerah Khuzestan menjadi poros lahirnya peradaban Elam. Peradaban Elam tidak hanya berkembang di Khuzestan, tetapi juga meliputi wilayah-wilayah dataran rendah dan dataran tinggi yang berada di bagian utara dan timurnya.

Kekaisaran pertama di Persia ditandai dengan didirikannya kekaisaran Median (728 – 550 SM), pendiri dari kerajaan Median adalah Deioces.

Selepas itu, menyusul adanya Kekaisaran Achaemenia (546 SM) yang didirikan oleh Koresh yang Agung (Cyrus yang Agung).

Baca Juga: Peradaban Mesopotamia: Rumah Lahirnya Codex Hammurabi, Simak Sejarah, Bangsa Pendukung, dan Peninggalannya

Cyrus menjadikan Persia sebagai pusat peradaban yang perkasa. Dibawah pemerintahan Cyrus Agung undang-undang mengenai kemanusiaan pertama kali ditegakkan.

Ia melarang adanya perbudakan di wilayah-wilayah taklukkannya.

Perluasan wilayah kekuasaan gencar dilakukan pada masa Cyrus Agung, kemudian diteruskan oleh Raja Cambyses (531-522 SM) yang berhasil menguasai Mesir dan penggantinya, Darius I (Darius Agung 522 SM – 486 SM) yang memperluas wilayah hingga India dan Yunani.

Di bawah pemerintahan Cyrus yang Agung dan Darius yang Agung, Kekaisaran Persia menjadi sebuah kekaisaran yang terbesar dan terkuat di dunia pada masanya.

Baca Juga: Rizky Febian Dipanggil Bareskrim sebagai Saksi Terkait Kasus Doni Salmanan

Darius I berhasil mendirikan kota Persepolis dekat Pasargade, kota tersebut menjadi pusat administrasi bagi kekaisaran Achaemenia.

Raja terakhir dinasti ini, Darius III Codamanus (336-331 SM) ditaklukkan oleh Alexander Agung.

Setelah kematian Alexander pada 323 SM, terjadilah pembagian wilayah kekuasaan yang telah ditaklukkan Alexander oleh para panglima militernya.

Wilayah Persia sendiri pada akhirnya menjadi milik panglima Seleucid. Dibawah kekaisaran Seleucid, Persia mengalami banyak kemajuan.

Baca Juga: Usia Ameena Belum Genap Sebulan Sudah Fashionable, Inilah Deretan Outfit Mahal Putri Aurel Hermansyah dan Atta

Kekaisaran ini berhasil menggabungkan Asia Kecil, Syam, Irak, dan Iran menjadi satu kesatuan wilayah.

Setelah kekaisaran Selucid, muncul kekaisaran Parthia. Kemudian Ardashir membangun dinasti Persia yang baru dengan nama dinasti Sasanid (Sasania) pada tahun 226 M.

Raja Ardashir membawa orang Persia ke masa keemasan baru dengan dinasti Sasania.

Ia menjadikan agama Parsee (Zoroastrianisme) sebagai agama negara Persia. Zoroaster menganggap api sebagai lambang kemurnian agama.

Baca Juga: Apa Saja Menu Makanan Manusia Praaksara? Simak Jenis Fauna yang Diburu dan Dikonsumsi Berikut ini

Zoroastrianisme merupakan agama Persia kuno yang diperkirakan berada sejak 4.000 tahun yang lalu.

Dipercaya sebagai agama monoteistik pertama di dunia dan salah satu agama tertua yang masih ada.

Nabi Zoroaster atau Zarathrustra dalam bahasa Persia kuno, yang juga dianggap sebagai pendiri Zoroastrianisme bisa dibilang sebagai iman monoteistik tertua di dunia.***

Rekomendasi