Sejarah Hallyu Part V, The New Wave Invasion, Kala Popularitas Hallyu Sentuh Eropa dan Amerika

inNalar.com – Memasuki tahun 2009-2010 terdapat era atau generasi baru gelombang Korea yang dinamakan The New Wave Invasion atau Neo Korean Wave yang wilayah penyebarannya meliputi Eropa dan Amerika.

The New Wave Invasion datang dengan mengusung konten kebudayaan yang lebih banyak, seperti; K-Drama, K-Pop, film dan K-Fashion.

Gelombang Korea ini mulai menarik minat tidak hanya pers Asia tetapi juga media Amerika dan Eropa. Pada bulan Desember 2010,  Gelombang Korea Korea Selatan seolah-olah telah menjadi Hollywood di Timur. 2IV Prancis menyatakan bahwa Korea telah menjadi model gaya hidup untuk Asia.

Baca Juga: Lirik Lagu Attention – Justin Bieber dan Omah Lay

Tidak pernah dalam 5.000 tahun sejarahnya, Korea menikmati begitu banyak sorotan di bidang budaya.

Penyebaran Hallyu di Eropa ditandai dengan momentum 10 dan 11 Juni 2011. Le Zénith de Paris yang berkapasitas 7.000 kursi, salah satu tempat terbesar di Paris dan tempat di mana nama-nama besar pop Prancis menggelar konser, kala itu penuh dengan penggemar muda.

Acara dua hari itu adalah penampilan para penyanyi (idol) dengan perusahaan manajemen Korea Selatan SM Entertainment, dan direkam sebagai debut resmi K-pop (musik populer Korea) di panggung Eropa.

Baca Juga: Lirik Lagu Bam Bam – Camila Cabello feat Ed Sheeran

Para penggemar yang datang bukan hanya orang Prancis. Mereka datang dari seluruh Eropa seperti Inggris, Jerman, Spanyol, Italia, Swedia, Polandia, Latvia, dan Serbia.

Mereka meneriakkan nama masing-masing idol, bernyanyi bersama dengan lirik dalam bahasa Korea Selatan dan mengikuti gerakan tarian.

Hari berikutnya, harian Prancis Le Monde menerbitkan edisi khusus dengan berita utama “Gelombang Pop Korea Mencapai Eropa”.

Baca Juga: Potret Putri Ariel Noah Memasuki Usia Remaja, Alleia Anata Tumbuh Cantik Mirip Ibunda

Pada era ini, upaya pemerintah dalam menyebarkan Hallyu difokuskan dengan bentuk memberi dukungan nyata.

Pemerintah secara khusus memberi anggaran sebesar hampır juta dolar bagi penyediaan pusat-pusat kebidayaan Korea Selatan di luar negeri dibawah MCST.

Saat ini telah berdiri 36  Korean Culural Center (KCC) dan Cutare and Information Officers yang tersebar di 31 negara***

Rekomendasi