

inNalar.com – Bangkalan merupakan salah satu Kabupaten yang berlokasi di Pulau Madura, Jawa Timur.
Siapa sangka jika sejarah dan asal-usul Bangkalan sangat menarik untuk diketahui karena berkaitan dengan sosok pemberontak sakti bernama Ki Lesap.
Mengutip dokumen Kabupaten Bangkalan dalam Angka 2024, yang disusun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, Kabupaten Bangkalan memiliki luas 1.260,15 Km2.
Baca Juga: Tak Biasa! Kampung Unik di Jawa Timur Ini Tersinari Matahari Cuma 5 Jam Setiap Harinya
Wilayah administrasi Kabupaten Bangkalan terdiri dari 18 wilayah kecamatan, yaitu: Kecamatan Kamal (41,40 km2), Labang (35,23 km2), Kwanyar (47,81 km2), Modung (78,79
km2), Blega (92,82 km2),
Selain itu ada Konang (81,09 km2), Galis (120,56 km2), Tanah Merah (68,56 km2), Tragah (39,58 km2), Socah (53,82 km2), Bangkalan (35,02 km2), Burneh (66,10 km2), Arosbaya (42,46 km2), Geger (123,31 km2), Kokop (125,75 km2), Tanjung Bumi (67,49 km2), Sepulu (73,25 km2), dan Kecamatan Klampis (67,10 km2).
Ingin tahu lebih mendalah tentang sejarah Bangkalan? Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini!
Asal-Usul Nama Bangkalan
Berdasarkan informasi dari laman resmi Kabupaten Bangkalan, nama daerah itu berasal berasal dari gabungan kata “bangka” yang berarti mati, dan “la’an” yang berarti “mati sudah”.
Nama tersebut dikaitkan dengan kisah tewasnya pemberontak sakti bernama Ki Lesap di wilayah Madura Barat.
Sejarah Kabupaten Bangkalan
Pada masa kejayaan Arya Wiraraja, adipati pertama Madura, pulau ini menjadi saksi pergulatan zaman yang penuh perjuangan.
Ketika kolonial Belanda menancapkan kekuasaan, banyak pemberontakan meletus, termasuk pemberontakan yang dipimpin tokoh legendaris seperti Trunojoyo dan Ki Lesap.
Trunojoyo, yang meninggalkan Mataram, menjadi simbol perlawanan rakyat Madura. Ia bahkan menjalin aliansi dengan tokoh Makassar seperti Karaeng Galesong, memperkuat perjuangan dengan perpaduan budaya dan strategi.
Sementara itu, Ki Lesap dikenal sebagai sosok sakti dengan senjata bernama Kodhi’ Crangcang, sebuah golok yang bisa bergerak tanpa pemegang.
Setelah menguasai wilayah timur Madura, Ki Lesap memimpin pasukan menuju Bangkalan, yang saat itu dipimpin Cakraningrat V. Pertempuran sengit terjadi hingga akhirnya Ki Lesap tertipu oleh strategi licik.
Cakraningrat V mengirim seorang wanita yang berhasil memotong rambut Ki Lesap, sumber kekuatan magisnya. Dalam kondisi lemah, Ki Lesap tewas ditusuk tombak pusaka bernama Si Nenggolo Gemetar.
Kematian Ki Lesap menjadi momen bersejarah. Rakyat berseru “Bangka-la’an!” yang berarti “sudah matilah,” sebagai ungkapan duka.
Nama ini kemudian diabadikan menjadi Bangkalan, sebuah kabupaten di Madura yang menyimpan jejak perjuangan dan keunikan sejarah.
Legenda ini mencerminkan semangat perlawanan masyarakat Madura, sekaligus menegaskan identitas budaya dan historis Bangkalan hingga hari ini.