Sedot Investasi Rp 36,5 Triliun, 2 Smelter Nikel Di Kalimantan Timur Ini Bakal Bikin Negara Makin Kaya, Ternyata Investornya Full dari Dalam Negeri

inNalar.com– Sebanyak dua smelter nikel yang dibangun di Kalimantan Timur pada tahun 2023 ini.

Smelter Nikel ini di bangun di Kariangau dan daerah Pendingin, Kecamatan Sanga Sanga, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Kedua proyek ini memiliki nilai investasi yang fantastis mencapai Rp 36,5 triliun.

 Baca Juga: Rogoh Kocek Fantastis Rp42 Triliun, Pembangunan Smelter PT Freeport di Gresik Jawa Timur Jadi yang Terbesar di Dunia, Ternyata Punya Kapasitas….

Proyek pertama memiliki nilai investasi Rp6,5 triliun yang dibangun di Kariangau dengan investor dari PT Mitra Murni Perkasa (MMP).

Proyek kedua, memiliki nilai investasi mencapai Rp30 triliun yang dibangun di daerah Pendingin oleh investor PT Kalimantan Ferro Industry (KFI).

Pembangunan smelter nikel di Kalimantan Timur ini akan terintegrasi dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Baca Juga: Cuma Butuh Rp550 Miliar! Kalimantan Barat Kini Punya Jembatan Canggih yang Bisa Memendek, Panjangnya…

Smelter ini akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Kalimantan Timur.

Pembangunannya akan menunjang perindustrian baterai yang ada di Indonesia.

Sehingga, Indonesia akan mampu  kemandirian supply baterai dari dalam negeri.

Baca Juga: Bandara yang Berjarak 45 Km dari Yogyakarta Ini Ternyata Sempat Nunggak Pajak Rp28 Miliar Meski Sudah Didiskon 65 Persen, Kenapa?

Hal ini akan memberikan dampak terhadap lapangan pekerjaan dan mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Menurut Agus Gumiwang sebagai Menteri Perindustrian menyebutkan bahwa investornya 100 persen full dari dalam negeri.

Harapan dari pembangunan smelter nikel di Kalimantan Timur ini adalah sebagai pendukung pengembangan industri baterai nasional.

Baca Juga: 128 Tahun BRI Tumbuhkan Ekonomi Kerakyatan, Pendampingan dan Pemberdayaan UMKM Jadi Kunci Utama

Informasi ini diperoleh melalui website resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Pembangunan dari kedua proyek ini ditargetkan akan rampung pada tahun 2024.

Sehingga, untuk tahun-tahun selanjutnya dapat dilakukan untuk pengembangan turunannya.

Baca Juga: 3 Kali Diblokir Warga, Bendungan Senilai Rp1,9 Triliun di Kupang NTT Ini Punya Progres Cuma 44 Persen, Terancam Mangkrak?

Pengembangan lanjutan akan berfokus pada produksi baterai nasional.

Hal ini menjadi pendobrak untuk Indonesia menjadi negara yang lebih mandiri dengan memanfaatkan sumber daya alam yang luar biasa.

Oleh karena itu, dalam pembangunan smelter nikel di Kalimantan Timur harus didukung oleh berbagai pihak agar pembangunan dapat terlaksana dengan baik.***

Rekomendasi