Sedot Dana Rp4,88 Triliun, Jalan Tol Padang – Sicincin di Sumatera Barat Bakal Persingkat Waktu Tempuh, Target Fungsional Tahun Ini

inNalar.com – Warga yang tinggal di Sumatera Barat barangkali tidak sabar menanti jalan tol yang bakal permudah akses perjalanan menuju Provinsi Riau.

Belum lama ini, Kementerian PUPR membeberkan progres realisasi sirip Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) seksi 1 Padang – Sicincin yang terus dikebut pengerjaannya.

Tidak perlu khawatir, progres pengerjaan ruas koridor pendukung JTTS on the track dan diramalkan bakal mampu capai target di Bulan Juli 2024.

Baca Juga: Bebankan APBN Rp700 Miliar! Proyek Bandara Kalimantan Tengah Malah Bentuknya Jadi Seperti Paruh Elang, Namanya…

Sebagai informasi, progres konstruksi ruas tol tersebut telah mencapai 46,22 persen dan pembebasan lahan telah mencakup 92,6 persen.

“Seandainya tanahnya clear, maka kita siap untuk melanjutkan dan mempercepat pembangunannya,” ungkap Menteri Basuki, dikutip dari Kementerian PUPR.

Menteri Basuki menekankan bahwa kunci kelancaran progres ada pada kerja sama yang baik antara pemerintah daerah.

Baca Juga: SMGA Incar Dana Hasil Saham Perdana Sebesar Rp183,75 Miliar, Pasca Dapat Izin Publikasi Penawaran Awal dari OJK

Pasalnya jika pembebasan lahan lancar, maka konstruksi jalan ini bakal melaju tanpa hambatan.

Rute ini panjangnya bakal membentang hingga 36,6 kilometer dan diproyeksikan bakal pangkas waktu tempuh cukup signifikan.

Dengan adanya jalan bebas hambatan ini, akses dari dan menuju Sumatera Barat tidak perlu lagi habis waktu hingga 1,5 jam.

Baca Juga: Baru Digarap, Smelter Nikel China Rp37 T di Sulawesi Tengah Tiba-Tiba Dicaplok Perusahaan Singapura

Setelah infrastruktur bagian dari JTTS ini rampung waktu tempuh bakal terpangkas dan warga yang mengakses beragam destinasi wisata di Sumatera Barat pun hanya perlu menempuh waktu 30 menit saja.

Melansir dari KPPIP, anggaran pengerjaan jalan ini ternyata memakan biaya hingga Rp4,88 triliun.

Dengan perkembangan pengerjaan yang cukup progresif, diharapkan target fungsional jalur ini dapat rampung tepat waktu.

Baca Juga: Nunggak DBH Rp104,62 Miliar, PT Amman Mineral Ditagih Pemda di NTB Soal Royalti Hasil Keruk Tembaga dan Emas di Sumbawa Barat

Sebagaimana diketahui bahwa ruas tol ini dimulai sejak Februari 2018 dan ditargetkan 2024 dapat digunakan dengan nyaman oleh para pengendara.

Penting untuk diketahui bahwa ruas ini termasuk bagian dari jalan penghubung Padan dan Pekanbaru dengan total panjangnya 254 kilometer.

Ruas tol yang satu ini merupakan bagian dari seksi 1 dan masih ada 5 seksi lanjutannya meliputi Sicincin – Bukittinggi – Payakumbuh – Pangkalan – Bangkinang – Pekanbaru.

Baca Juga: Alami Kenaikan Laba Bersih, Jumlah Utang PT J Resources Asia Pasifik Malah Semakin Membengkak

Sebagai informasi tambahan, ruas jalan lebar dari Padang menuju Pekanbaru ini telah dimasukkan dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Adapun terkhusus jalur penghubung dua provinsi ini diketahui masuk dalam bagian 24 ruas JTTS yang digarap oleh kontraktor yang ditugaskan, yaitu Hutama Karya.

Meski pengerjaan ruas tol seksi 1 ini dikebut progresnya, Menteri PUPR Basuki tetap mengingatkan bahwa proses konstruksi tetap perlu memperhatikan lingkungan.

Baca Juga: Produksi 199 Ton Hidrogen Per Tahun, PLN Berhasil Kembangkan 21 Lokasi Rantai Pasok ‘Green Hidrogen Plant’

Menurutnya, fokus terhadap kualitas jalan adalah hal paling utama yang perlu dipegang dalam proses pengerjaannya.

Kualitas infrastruktur yang bagus juga diperlukan pengembangan lanskap yang tidak dilupakan, sehingga keamanan dan kenyamanan pengendara dapat didapatkan selama melintasi jalur ini.***

Rekomendasi