Sebanyak 500 Orang Tewas dalam Ledakan di Rumah Sakit di Kota Gaza, Hamas dan Israel Saling Menyalahkan

inNalar.com – Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan serangan udara Israel pada Selasa 17 Oktober 2023 sehingga menimbulkan ratusan orang di sebuah rumah sakit di daerah Palestina.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya sebanyak 500 orang tewas dalam serangan di Rumah Sakit Al Ahli Arab di tengah Kota Gaza.

Rumah sakit tersebut berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi ribuan warga yang meninggalkan rumah mereka di Gaza utara dari serangan udara Israel.

Baca Juga: Miliki 1,365 Hektar, Bandara Kualanamu di Sumatera Utara, Pernah Tewaskan Wanita di Lift, Jadi Sorotan Asing..

Bahkan warga yang terdampar di Gaza saat ini sudah kehabisan obat-obatan, makanan, udara dan listrik.

Mengetahui jika jumlah korban meninggal sejauh ini merupakan yang tertinggi dari semua kejadian di Gaza selama kekerasan yang terjadi saat ini.

Dilaporkan inNalar.com dari laman situs PBS , Hamas menyebut serangan terhadap rumah sakit pada hari Selasa sebagai kematian yang mengerikan, dan mengatakan bahwa serangan tersebut disebabkan oleh serangan Israel.

Baca Juga: Miliki Kapasitas Lebih 8 Juta Penumpang, Bandara Kualanamu di Sumatera Utara Ini Ternyata Punya Akses Non Tol?

Namun militer Israel mengatakan militan Palestina telah gagal menembaki rentetan roket di dekat rumah sakit pada saat itu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengatakan jika Pasukan di Gaza lah yang menyerang rumah sakit.

Presiden Biden mengatakan dalam pernyataan tertulis Selasa malam bahwa dirinya sangat marah dan sedih atas adanya ledakan di rumah sakit Al Ahli Arab di Gaza, serta banyaknya korban jiwa yang diakibatkannya.

Baca Juga: Kepala Daerah Perempuan Satu-satunya di Kalimantan Timur Ini Punya Kekayaan yang Berlimpah, Totalnya…

Human Rights Watch (HRW) mengatakan serangan terhadap Rumah Sakit Al-Ahli ini sangat mengerikan HRW juga mengirimkan para pemimpin dunia untuk mencegah kekejaman dalam skala besar yang akan terjadi di Gaza.

“Rumah sakit punya perlindungan khusus. Serangan jalur hukum yang dilakukan dengan sengaja atau ceroboh adalah kejahatan perang,” tulis kelompok hak asasi manusia di media sosial Twitter/X.

Tidak hanya itu, Kepala Hak Asasi Manusia PBB juga menanggapi dan menggambarkan serangan terhadap rumah sakit di Gaza tersebut sebagai tindakan yang sama sekali tidak dapat diterima.

“Kami mengetahui belum skala penuh penghentian ini, namun yang jelas adalah kekerasan dan pembunuhan harus segera dihentikan,” kata Komisaris Tinggi Volker Türk dalam sebuah pernyataan.

Kepala Hak Asasi Manusia Türk menambahkan bahwa rumah sakit adalah tempat suci dan harus dilindungi dengan cara apa pun, dan mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban.***

Rekomendasi