

InNalar.com – Upaya serius sedang dilakukan oleh kelompok perlawanan Pelastina Hamas.
Kelompok perlawanan Palestina Hamas telah menyatakan jika telah lakukan perpanjangan jeda kemanusiaan.
Jeda kemanusiaan ini berlangsung selama 4 hari dengan Israel.
Penjedaan ini dilakukan di dan tepatnya berada di Jalur Gaza, Palestina.
Kelompok tersebut melakukan hal tersebut sebagai bentuk ntuk menjamin pembebasan lebih banyak warga Palestina.
Bahkan, kelompok perlawanan Palestina ini menyatakan tidak hanya untuk menjamin pembabasan lebih banyak warga, melainkan setelah jeda kemanusiaan berakhir.
Hamas sendiri menginformasikan jika mediator Qatar dan juga Mesir bersedia memperpanjang gencatan senjata.
Hal ini berarti genjatan sejata ini akan berlangsung selama dua hingga empat hari lamanya.
Ketika memasuki pada hari ketiga pertama jeda kemanusiaan ini.
Baca Juga: Respect! Perantau Ini Numpang Makan di Acara Pernikahan Orang Gak Dikenal Cuma Bawa Amplop Isi Pesan
Hamas akan membebaskan 40 warga Israel dan juga 18 warga asing.
Sementara itu, Israel ini akan melepaskan 117 tahanan yang berasal dari warga Palestina.
Jeda kemanusiaan yang berlangsung selama 4 hari ini dimediasi oleh negara Qatar, Mesir, dan AS.
Pertama kali jeda ini berlangsung dimulai pada hari Jumat.
Pada hari Jumat tersebut, jeda kemanusiaan ini dilakukan dengan cara menghentikan sementara serangan Israel ke Jalur Gaza.
Sedangkan Israel melancarkan serangan militer besar-besaran usai peristiwa serangan lintas batas oleh Hamas.
Serangan lintas batas oleh Hamas ini dilakukan pada tanggal 7 Oktober 2023.
Sejak kejadian itu terjadi, hal ini mengakitkan 14.854 warga Palestina tewas.
Dari 14.854 tersebut, diantaranya; sebanyak 6.150 anak-anak meninggal dunia.
Serta 400 wanita tewas akibat serangan yang terjadi di Jalur Gaza ini.
Sementara itu, jumlah korban resmi yang tewas di Israel ini telah mencapai 1.200 orang.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi