

inNalar.com – Sebuah lahan sawah dan rawa di Jawa Timur diubah menjadi bandara megah pertama di Indonesia.
Lokasi dari lahan sawah dan rawa yang sekarang disulap jadi sebuah bandara tersebut terletak di Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur.
Menurut beberapa sumber artikel, bandara ini merupakan salah satu bandara tersibuk di Indonesia, setelah Bandara Soekarno-Hatta, dan Ngurah Rai.
Persisnya, lokasi dari bandara ini terletak sekitar 12 kilometer dari ibukota Jawa Timur, yaitu Kota Surabaya.
Rencana dari pembangunan bandara ini ternyata sudah digagas sejak tahun 1956 yaitu mulai berdirinya Biro Penerbangan Angkatan Laut RI.
Namun pembangunan dari bandara ini mulai direalisasikan pada tahun 1959.
Proyek pembangunan bandara yang terletak di lahan sawah dan rawa Jawa Timur tersebut kabarnya merupakan proyek pembangunan bandara pertama sejak Indonesia merdeka.
Diketahui, proyek pembangunan bandara di Jawa Timur tersebut memerlukan sebesar 2,400 hektare lahan.
Lahan sebesar 2,400 hektare itu ternyata bukan hanya berbentuk tanah saja, melainkan juga sebuah sawah dan rawa-rawa.
Konon, katanya proyek pembangunan bandara di Sidoarjo Jawa Timur ini memerlukan sebanyak 1.1200.000 meter kubik atau sebanyak 1.800.000 ton pasir dan batu.
Kabarnya, pasir yang digunakan untuk proyek bandara tersebut berasal dari Kali Porong, dan batunya berasal dari Bukit Pandaan.
Tidak terbayangkan seberapa banyak truk-truk yang harus mengangkut pasir dan batu untuk proyek bandara tersebut.
Bandara di Jawa Timur yang dibangun pertama kali setelah Indonesia merdeka tersebut adalah Bandara Internasional Juanda.
Pemilik dari Bandara Internasional Juanda Jawa Timur adalah PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero), dan dioperasikan oleh PT Angkasa Pura 1.
Menariknya di selain bahasa Indonesia dan Inggris, di bandara tersebut bahasa yang digunakan untuk pemberitahuan keberangkatan juga bahasa daerah yaitu bahasa jawa.***