

inNalar.com – Konsep Ide yang dulu sempat ditolak kini memasuki tahap pembangunan dan ditargetkan selesai pada tahun 2024.
Jembatan Batam-Singapura atau yang saat ini menjadi Jembatan Batam-Bintan yang akan menjadi yang terpanjang di Indonesia sekitar 7 kilometer.
Pembangunan ini akan direncanakan pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024 dan diperkirakan melintang hingga 14,75 km.
Untuk saat ini masih dalam tahapan studi kelayakan, pembebasan lahan, izin lingkungan dan penyiapan dokumen lelang.
Dengan konsep tol yang sudah terencana dari tahun 2005, proyek yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan efisiensi transportasi.
Proyek ini akhirnya ditargetkan untuk dapat diselesaikan sebelum tahun 2024, ini juga mencerminkan komitmen pemerintah.
Baca Juga: Terpendam di Hutan Nusantara, Kampus Kuno Terbesar se-Asia Tenggara Ini Ternyata Ada di Jambi
Dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berdaya saing untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya tarik investasi di masa depan.
Pembangunan ini akan memiliki dua bagian, yaitu Pulau Batam-Pulau Tanjung Sauh dengan panjang 2,124 kilometer.
Bagian dua Tanjung Sauh-Pulau Buau-Pulau Bintan 5,561 kilometer.
Rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan ini bertujuan untuk peningkatan konektivitas antara dua pulau.
Menjadi salah satu penopang ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau, Batam berperan sebagai pusat industri dan bisnis.
Sementara Pulau Bintan dikenal dengan destinasi wisata dengan daya tarik yang terus berkembang.
Keduanya tidak hanya berperan penting untuk perekonomian daerah, tapi juga diuntungkan dengan kedekatan dengan Singapura.
Konektivitas yang semakin meningkat di antara ketiganya membuka banyak peluang baru bagi para investasi, perdagangan dan pariwisata.
Ini akan menciptakan sinergi yang kuat, perkembangan sektor industri Batam didukung oleh peningkatan kunjungan wisatawan ke Bintan.
Secara tidak langsung mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan di Kepulauan Riau.
Potensi ekonomi yang semakin besar juga akan didukung oleh berbagai proyek pembangunan.
Bertujuan untuk menghubungkan kawasan daerah dengan jaringan ekonomi regional dan global.
Diharapkan dapat menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Bintan secara lebih optimal, mengurangi waktu tempuh.
Dan biaya transportasi, serta mempermudah aksesibilitas masyarakat dan pengiriman barang.
Selain itu, dapat meningkatkan konektivitas mendorong pertumbuhan dari sektor pariwisata, industri dan perdagangannya.
Sehingga berkontribusi positif terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Hal ini pemerintah Indonesia dan Singapura berkomitmen terus melakukan pengkajian lebih lanjut agar mewujudkan pengembangan industri data Center di Batam Bintan.
Dengan melakukan identifikasi dari faktor-faktor yang berkontribusi terhadap biaya logistik antara kedua negara.
Perancangan action plan untuk meningkatkan daya saing berdasarkan tolak ukur dengan lokasi lain di Asia Tenggara.
Sebagai informasi, panjang jembatan yang diketahui bakal melintang 7 kilometer ini berpotensi menyalip panjang Jembatan Suramadu. Adapun panjang Jembatan Suramadu melintang 5,43 kilometer.***