

inNalar.com – Yogyakarta merupakan salah satu provinsi yang berada di Pulau Jawa.
Berbicara mengenai tempat wisata di Yogyakarta ini memang tidak ada habisnya.
Mengingat wilayah ini adalah daerah yang masih kental akan adat dan budayanya.
Bahkan, keraton Yogyakarta merupakan salah satu kerjaan yang berpengaruh di Indonesia.
Maka dari itu tak heran bila wisata budaya di Yogyakarta menjadi daya tarik utama di daerah ini.
Berbagai wisata budaya sangat populer di wilayah ini seperti keraton kesultanan, Taman Sari, Candi Prambanan, dan sebagainya.
Namun tak hanya itu, Yogyakarta juga memiliki sejumlah tempat wisata alam.
Pariwisata alam di daerah ini juga sangat menarik dan menghadirkan pengalaman berbeda.
Salah satu wisata alam di daerah istimewa ini adalah Kebun Teh Nglinggo.
Lokasinya berada di Pedukuhan Nglinggo Timur, Kalurahan Pagerharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo.
Wisata Kebun Teh Nglinggo adalah satu-satunya kebun teh yang berada di Yogyakarta.
Dengan pesona alamnya Kebun Teh Nglinggo menjadi objek wisata yang cukup terkenal di Kulon Progo.
Wisata ini menawarkan objek wisata berupa hamparan perkebunan teh dengan luas sekitar 136 hektare di ketinggian 900-1000 mdpl.
Di tempat wisata ini para pengunjung dapat melihat para pemetik daun teh dan dapat pula ikut memanen daun teh.
Dilansir inNalar.com dari dinpar.kulonprogokab.go.id, di Nglinggo, selain disuguhi pemandangan yang masih alami, kalian juga bisa berkeliling kebun teh dengan mengendarai mobil off road.
Namun, terdapat beberapa warga sekitar yang memiliki tanah di sana, tetapi tanah tersebut digunakan untuk tempat parkir.
Padahal di tanah itu, terdapat beberapa pohon teh di sana.
Dulunya, sebelum menjadi kebun teh tanah tersebut ditanami jagung, pohon aren, dan kopi.
Namun, terdapat anjuran untuk menanam teh yang nantinya akan meningkatkan kesejahteraan petani.
Para warga pun akhirnya membabat habis seluruh tanaman di lahannya dan melakukan pembibitan teh.
Pada awal panen, hasilnya memang sangat menjanjikan dan banyak warga yang bergembira pada saat itu.
Namun, seiring berjalannya waktu petani teh disana merasa bahwa hasil dari kebun teh tidak menggembirakan.
Hal tersebut dikarenakan harga kebutuhan sehari-hari semakin cepat naik, tetapi harga beli perusahaan pada daun teh petani tetap stagnan.
Dari sana, banyak warga yang kecewa dan nekat merombak lahan kebun teh.
Meskipun begitu, banyak pula warga sekitar yang masih mempertahankan kebun tehnya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi