

inNalar.com – Pulau reklamasi atau pulau buatan umumnya dibangun sebagai tempat penampungan populasi yang sudah meledak di daratan.
Dengan adanya pulau buatan, maka masyarakat tidak perlu khawatir akan kehabisan lahan saat membangun rumah.
Namun, hal tersebut berbeda dengan pembangunan pulau buatan yang ada di Pulau Borneo, tepatnya Kalimantan Timur.
Dibandingkan menjadi tempat tinggal manusia, alih-alih pulau buatan di provinsi ini dibangun sebagai tempat perlindungan satwa liar orangutan.
Pembangunan pulau buatan ini dilakukan agar orangutan dapat berlatih hidup dengan alam sebelum dilepaskan ke alam liar.
Dilansir inNalar.com dari laman mongabay.co.id, terdapat 9 pulau buatan yang telah dibuat oleh Borneo Orangutan Survival Foundation.
Letak pulau buatan ini berada di Desa Samboja Lestari, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang masih berada di dalam kawasan hutan Samboja.
Pembangunan pulau ini ditujukan menjadi tempat ‘sekolah’ para orangutan agar dapat dilepasliarkan di mana selama ini telah hidup di dalam kandang.
Dengan luas hutan mencapai 1.800 hektar, 9 pulau ini masing-masing dipisahkan oleh sungai sedalam 2 hingga 5 meter.
Pemisahan ini ditujukan agar orangutan tidak dapat menyeberang dan kabur dari pulau buatan yang sudah dibuat.
Besar pulau yang dibuat pun berbeda-beda, dengan rata-rata memiliki luas sekitar 3,05 hektar dan dipasang pagar listrik serta dibangun kanal air di dalamnya.
Pembuatan pulau tidak berhenti sampai di sini, dikatakan terdapat rencana untuk membangun dua pulau lain.
Akan tetapi, dana yang dibutuhkan pun tidak sedikit, dengan empat pulau buatan dapat mencapai 1,3 miliar Rupiah.
Setelah para orangutan lulus sekolah, nantinya mereka akan dibawa ke pulau khusus orang utan yakni Kehje Sewen.
Pulau tersebut merupakan pulau buatan terbesar untuk orangutan di Kalimantan Timur dengan luas 82,84 hektar.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi