

inNalar.com – Sempat berhenti beroperasi, Kereta Api Perintis Aceh kembali aktif pada 3 November 2016 setelah berganti nama menjadi Kereta Api Perintis Cut Meutia.
Sebelum berganti nama, Kereta Api Perintis Cut Meutia memiliki nama Kereta Api Perintis Aceh dan sempat mandek beroperasi pada Juli 2014.
Harga tiket Kereta Api Cut Meutia pun terbilang paling murah, hanya dengan membayar Rp 2.000,- kita bisa menikmati fasilitasnya.
Hal unik dari kereta api ini adalah lebar rel yang digunakan yaitu tipe 1.435 milimeter, berbeda dengankebanyakan kereta api yang ada di Indonesia.
Kereta Api Perintis Cut Meutia memiliki jam operasional mulai dari pukul 08.00 WIB hingga sore yang memudahkan mobilitas masyarakat sekitar.
Baca Juga: Mencapai 300 Meter! Jembatan Rel Kereta Api Cikubang Menjadi Legendaris yang Dimiliki Pulau Jawa
Kereta Api Cut Meutia merupakan satu-satunya kereta api yang berada di Provinsi Aceh dan menghubungkan dari Stasiun Krueng Geukuh, Stasiun Bungkaih,dan Stasiun Krueng Mane.
Uniknya, Kereta Api Cut Meutia tidak ditunjang dengan sistem persinyalan, melainkan mengandalkan kerja manual dari crew yang bertugas.
Di kereta api ini kita bisa melihat kabin masinis dan cara kerja masinis dari balik pintu yang mengubungkan kabin masinis dengan kabin penumpang.
Rangkaian yang digunakan dalam kereta api ini diproduksi dari PT. Industri Kereta Api atau PT. INKA Madiun. Jadi, tempat duduk yang digunakan memanjang seperti KRL dan kereta ini tidak ber-AC.
Meskipun tidak memiliki AC di dalam kereta api terdapat semacam sirkulasi udara sehingga tidak membuat gerah penumpang.
Perintis Cut Meutia merupakan Kereta Diesel Indonesia (KRDI) berjenis kereta rel diesel yang hanya terdiri 2 kereta per set.
Baca Juga: Dibangun Hindia Belanda, Stasiun Kereta Api Tertua di Lampung Kini Jadi yang Termegah se-Provinsi?
Disini hanya terdapat dua kereta dengan unit K.331.310 dan K.331.1309, jadi KA Cut Meutia ini buatan tahun 2013.
Sekali jalan KA Cut Meutia hanya bisa mengangkut 192 penumpang dan ditempuh selama 32 menit dari Stasiun Krueng Geukeuh ke Stasiun Kruen Mane yang berjarak 11.5 KM.
Jalurnya sendiri berada dekat dengan tepi pantai dan berada di daerah pemukiman padat penduduk. Hal ini menjadi bonus pemandangan yang bagus.
Jarak rel kereta api dengan pantai hanya sekitar 100 meter. Pemandangan pantai paling jelas adalah saat akan tiba di Stasiun Kreung Mane.
Di sisi lain, pemandangan yang bagus di sini bisa menjadi daya tarik dan tidak hanya dijadikan sebagai alat komuter saja.
Fakta menarik lainya, Jalur Kutablang-Krueng Geukeh merupakan salah satu jalur kereta api dengan perlintasan liar terbanyak.
Perlintasan liar ini disebabkan oleh akses keluar masuk ke rumah warga sekitar ke jalan desa. Jadi, kereta akan melewati antara jalan desa dengan rumah warga.
Stasiun Krueng Geukeuh terletak berdekatan dengan Pelabuhan Kreung Geukeuh. Oleh karena itu, daerah ini merupakan daerah ramai penduduk Aceh.***