

inNalar.com – Sassuolo berhasil permalukan Inter di hadapan publik sendiri dalam laga pekan ke-26 Serie A Italia 2021/22. Tampil di Giuseppe Meazza, Senin, 21 Februari 2022 dini hari WIB.
I Neroverdi sukses taklukkan Inter Milan dengan skor 2-0. Sassuolo unggul dua gol tanpa balas, yang tercipta berkat penampilan apik para pemain mudanya, Giacomo Raspadori (22 tahun) dan Gianluca Scamacca (23 tahun).
Giacomo Raspadori bobol gawang Nerazzurri pada menit ke-8, sedangkan Gianluca Scamacca mencetak gol pada menit ke-26. Berkat kemenangan atas Inter Milan itu, Sassuolo naik satu lantai ke peringkat ke-11 klasemen sementara Serie A 2021/22, dengan raihan 33 poin.
Sassuolo adalah tim Serie A pertama sejak musim 1955/56 yang mampu rebut kemenangan di kandang tiga raksasa sekaligus, dalam satu musim.
Di Serie A musim 2021/22 ini, Sassuolo telah mampu mengalahkan Juventus, AC Milan, dan yang terbaru adalah Inter Milan.
Aksi pembantaian para Raksasa Serie A dimulai oleh Sassuolo dalam laga tandangnya ke markas Juventus di Stadion Allianz pada pekan ke-10 Liga Italia 2021-2022.
Dalam pertandingan yang digelar 27 Oktober 2021 itu, tim asuhan Alessio Dionisi menumbangkan Juventus dengan skor 2-1.
Satu bulan setelahnya pada 28 November 2021, giliran AC Milan yang jadi korban kecerdikan Sassuolo. Bermain di San Siro pada pekan ke-14 Serie A 2021/22, Sassuolo menaklukkan I Rossoneri dengan skor 1-3.
Kini pada pekan ke-26 Liga Italia, Sassuolo berhasil menjadikan Inter sebagai korban terbarunya.
Melansir DAZN, Alessio Dionisi menjelaskan bagaimana Sassuolo mampu mengalahkan Juventus, Milan dan yang terbaru adalah Inter di laga tandangnya musim ini. “Kami selalu ingin bertarung dengan syarat level dan menyerang.”
I Neroverdi, yang telah menang di laga tandang ke Juventus, Milan dan Inter musim ini, merupakan kekuatan yang harus diperhitungkan, terutama dalam perebutan tempat di Eropa.
“Mungkin kami tidak akan percaya, tapi inilah tujuan kami bekerja. Kami tahu Inter keluar dari pertandingan Liga Champions yang sulit dan rencana kami adalah datang ke sini dan menyerang mereka,” kata Dionisi kepada DAZN.
“Kami berhasil menekan mereka untuk waktu yang lama, kami menciptakan banyak peluang dan juga membuka peluang di sisi lain. Inilah yang ingin kami lakukan dan kami dihargai atas sikap itu.” tambah Dionisi.
Baca Juga: Al Quran Surah An Naziat Ayat 1 Sampai 10 Lengkap dengan Terjemahan Bahasa Indonesia
Belakangan, Scamacca dan Raspadori menjadi pusat spekulasi transfer dan jadi potensi perang penawaran, dengan Davide Frattesi yang juga jadi incaran Inter.
Dionisi menambahkan, “Satu-satunya yang sudah membuktikan dirinya adalah Domenico Berardi, yang lain masih di awal perjalanan mereka.
Mereka mengalami pasang surut, saya mencoba menenangkan perhatian di sekitar mereka, karena saya tahu kami telah melewatkan peluang penting sebelumnya. Inilah sebabnya kami ingin para pemain yang lebih berpengalaman di sekitar mereka membantu mereka untuk berkembang.”
Sassuolo memang tidak mencatatkan clean sheet dalam 19 pertandingan Serie A 2020/21 ini, tetapi mereka mampu mengalahkan Inter, Milan dan Juventus karena mereka mengambil pendekatan yang sama, tidak peduli lawan atau tempat.
Baca Juga: Kunci Jawaban Tematik Tema 7 Kelas 5 SD/MI Halaman 204 205 206 Subtema 4 Pembelajaran 1
“Kami memiliki kualitas dan karakteristik, jadi kami harus memanfaatkannya sebaik mungkin dan tidak dapat diprediksi. Beberapa tim duduk dan menunggu kami untuk maju, sehingga bisa membuat kami lebih sulit.” ujar eks Manajer Venezia itu.
“Kami selalu ingin bertarung dengan level yang sama, bahkan dengan tim yang lebih penting dari kami.
Kami menghormati lawan, dan hari ini kami mengubah sistem selama pertandingan untuk memudahkan penyerang kami menyerang, karena saya tidak terlalu suka ketika mereka dipaksa untuk kembali dan bertahan.” tutup Dionisi.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi