Santri Wajib Bayar Pakai Dolar Amerika Jika Ingin Berguru ke Panji Gumilang di Ponpes Al-Zaytun

inNalar.com – Ponpes Al Zaytun merupakan salah satu pesantren yang terbesar di Provinsi Jawa Barat.

Ponpes Al Zaytun ini didirikan oleh AS Panji Gumilang pada tahun 1996 di Indramayu, Jawa Barat.

Lebih lanjut, Ponpes Al Zaytun memiliki luas sekitar 1200 hektar dimana 200 Hektarnya dibangun untuk sarana pendidikan seperti masjid, gedung asrama, gedung pembelajaran, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Aksi 266 FPI Demo Kemenag Pusat Hari Ini, Tuntut Cabut Izin dan Tutup Ponpes Al Zaytun Asuhan Panji Gumilang

Namun, baru-baru ini ponpes Al-Zaytun menjadi bahan perbincangan antara para warganet di sosial media soal ajaran sesat yang diajarkan kepada santri-santrinya.

Adapun ajaran sesat yang diduga berasal dari Ponpes Al Zaytun ini diantaranya Pondok Pesantren tersebut juga menyatakan bahwa ibadah haji dapat dilaksanakan di Al-Zaytun dan tanpa pergi ke tanah suci.

Ibadah haji dapat dilakukan dengan cara mengelilingi pondok pesantren yang memiliki luas sekitar 1200 hektar menggunakan mobil.

Baca Juga: Profil Panji Gumilang, Pimpinan Ponpes Al Zaytun yang Diduga Menyebarkan Ajaran Sesat

Kemudian, mengenai Infaq. Ponpes Al Zaytun diduga menarik iuran paksa hingga miliaran rupiah kepada orang-orang yang tinggal di desa sekitarnya.

Ponpes Al Zaytun juga menganggap bahwa negara diluar islam merupakan negara kafir.

Tapi, dibalik kabar kontroversialnya di luaran sana. Ponpes Al Zaytun dikenal sebagai salah satu pesantren kelas atas dan eksklusif yang ada di Jawa Barat.

Baca Juga: Al Nassr Ngotot Ingin Dapatkan Antoine Griezmann, Atletico Madrid Pasang Tembok Besar

Hal tersebut dapat dilihat dari segi pembangunan, kurikulum yang diajarkan, maupn sarana dan prasarana pada ponpes Al-Zaytun tersebut.

Menurut website resminya yakni www.al-zaytun.sch.id, pesantren ini memiliki luas sekitar 1200 hektar.

Selain itu, dari pembelajarannya pesantren Al-Zaytun ini juga menggunakan bahasa Internasional seperti bahasa Arab dan bahasa Inggris.

Bahkan untuk program pendidikan yang mereka jalani tersebut mengacu pada standar kualifikasi Internasional.

Berdasarkan website resminya pada www.al-zaytun.sch.id, pesantren ini telah membuka pendaftaran online untuk siswa baru mulai tanggal 25 maret hingga 25 Juni kemarin(25/06/2023).

Namun, hal yang unik dari pesantren ini. Pembayaran biaya pendaftaran pesantren ini menggunakan US Dollar yakni sejumlah $3.500 untuk 6 tahun pembelajaran atau sekitar Rp.50 Juta.***(Alfina Indira)

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]