Sandingi Keindahan Swiss, Nagari di Tanah Datar Sumatera Barat Masuk Daftar Desa Terindah di Dunia, Lokasinya?


inNalar.com –
Siapa sangka salah satu kampung di Sumatera Barat, tepatnya di Kabupaten Tanah Datar berhasil masuk dalam daftar desa terindah di dunia versi media pariwisata New York, Amerika Serikat.

Pada tahun 2012, Travel Budget menobatkan lima desa di berbagai negara masuk dalam daftar kampung terindah dengan salah satu di antaranya ada nagari di Tanah Datar, Sumatera Barat.

Desa terindah di dunia ini namanya adalah Nagari Pariangan yang berlokasi lereng Gunung Marapi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Baca Juga: Luasnya 549 Hektar, Food Estate di Belu NTT Ini Mengambil Air dari Bendungan Rotiklot, Sukseskah?

Keindahan Nagari Pariangan bersanding dengan kampung lainnya seperti di Niagara on The Lake, Kanada, Cresky Krumlov di Republik Ceko, Wengen di Swiss, Shirakawa-go di Jepang, dan Eze di Perancis.

Posisi Desa Nagari Pariangan di Tanah Datar dengan ketinggian berkisar 500 sampai dengan 700 meter di atas permukaan laut membuatnya memiliki panorama alam pegunungan dengan suasana sunyi yang sejuk.

Diketahui kampung ini luasnya membentang hingga 17,97 kilometer persegi. Akses menuju kota besar, setidaknya butuh menempuh 35 kilometer dari Bukittinggi.

Baca Juga: Tips Menjadi ‘Zero Waste Traveller’ dalam Menjaga Lingkungan Wisata dan Mengurangi Sampah Plastik

Selain itu, Desa Nagari Pariangan yang terletak di sudut eksotis alam Sumatera Barat ini juga aksesnya sekitar 95 kilometer dari Kota Padang.

Dilansir dari Kemenparekraf, Gunung Marapi di dekatnya diketahui masih aktif hingga sekarang. Boleh jadi keragaman indah dan eksotisme alam terbentuk akibat letusan berulang yang terakhir terjadi pada 2014.

Keindahan desa di Tanah Datar ini tidak dapat terelakkan karena suasana pemandangan hijau yang dilengkapi dengan bangunan Rumah Gadang khas Sumatera Barat tersebar di berbagai sudut kampungnya.

Baca Juga: Atlet Voli Asal Jember ‘Megatron’ Menjadi MVP di Korea Selatan Usai Cetak 21 Poin, Intip Catatan Performanya

Desa ini pun memiliki sebuah bangunan masjid yang disebut tertua karena telah dibangun sejak abad ke-19 oleh Syeikh Burhanuddin, pendakwah asal Minang.

Uniknya, desain bangunan masjid ikonik di Desa Nagari Pariangan, Tanah Datar ini menyerap gaya arsitektur bentuk kuil seperti yang ada di Tibet.

Apabila kita berkunjung ke masjid tersebut, terdapat aliran air panas yang bersumber dari Gunung Marapi. Biasanya, para penduduk kampung menggunakannya untuk mencari keberkahan dan bersuci.

Menariknya lagi, bahkan sepetak sawah Gadang Satampang Baniah masuk menjadi cagar budaya. Hal ini karena sebidang tanah pertanian tersebut memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan eksistensi desa di Sumatera Barat ini.

Tahukah bahwa keindahannya tidak hanya menyoal pada alam dan suasana pedesaannya saja, kebudayaan khas masyarakat Desa Nagari Pariangan di Tanah Datar ini pun juga mengundang perhatian banyak mata.

Salah satu alat kesenian dari tanduk hewan kerbau yang biasa digunakan sebagai alat pemanggil masyarakat, rupanya juga digunakan sebagai penanda waktu subuh dan maghrib.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022, diketahui jumlah penduduk kampung ini mencapai 5.893 orang.

Inilah sepotong surga di wilayah Indonesia, terkhusus di Kabupaten Tanah Datar yang ada di Sumatera Barat.***

Rekomendasi