Samping Malaysia, Kampung Adat di Kalimantan Barat Ini Memiliki Bangunan Rumah Unik Berbentuk Bulat

inNalar.com –  terkenal dengan budaya suku dayak yang sudah terkenal hingga mancanegara, Kalimantan Barat masih memiliki peninggalan bangunann rumah sejak zaman nenek moyang. 

Bahkan bentuk bangunan rumah di perkampungan ini memiliki keunikan karena seluruh bangunan rumah para penduduk memiliki desain bulat.

Rumah pada umumnya akan berbentuk persegi panjang sedangkan beda dengan rumah yang ada di perkampungan adat suku dayak Kalimantan Barat ini.

Baca Juga: Berdiri Sejak 1906, Masjid di Kota Jambi Ini Jadi Saksi Bisu Masa Perjuangan Sultan Thaha Melawan Belanda 

Perkampungan ini memiliki nama kampung adat Jagoi yang terletak di Kabupaten Bengkayang, luas yang dimiliki perkampungan adat Jagoi ini yaitu hampir 60.000 hektar.

Perkampungan ini didalamnya terdapat tiga dusun yang semaunya dihuni oleh Suku Dayak Bidayuh, kampung ini terletak di samping negara tetangga yaitu Serawak Malaysia.

Tiga dusun tersebut yaitu; dusun jagoi babang, dan dusun sei take, serta dusun risau, ketiga duusn tersebut berada di satu perkampungan.

 Baca Juga: 14 Km dari Surakarta, Ladang Tebu Seluas 17 ha di Boyolali Disulap Jadi Bandara Terbaik se-Jawa Tengah

Terdapat bangunan rumah adat yang unik di perkampungan ini memiliki nama Rumah Adat Baluk yang memiliki diameter hingga 10 meter dan memiliki ketinggian bangunan mencapai 12 meter. 

Tiang yang digunakan untuk menopang rumah adat ini menggunakan kayu dari alam yang sangat kokoh dengan jumlah 20 tiang kayu, jumlah tersebut bisa bertambah sesuai kebutuhan.

Ketinggian dari rumah adat di perkampungan ini memiliki filosofi dan juga arti yaitu mengadakan sebagai kehormatan, kedudukan yang harus dihormati.

 Baca Juga: Berjarak 20,5 Km dari Alun-alun Kediri, Terdapat Cerobong Asap Tertinggi di Indonesia! Tingginya Setara Monas

Berdekatan dengan negara tetangga membuat kampung ini dijadikan sebagai destinasi wisata untuk menarik perhatian dari pengunjung yang berada di Malaysia.

Menarik banyak minat pengunjung dari berbagai daerah juga dapat membantu untuk mengembangkan perekonomian di perkampungan Jagoi Kalimantan Barat. 

Sehingga kebudayaan tetap terlestarikan dan juga sebagai peningkatan perekonomian, semakin banyak pengunjung maka akan membantu meningkatkan perekonomian di kampung adat Kalimantan Barat.

Harga tiket untuk yang harus dibayar ketika ingin melihat Gawia Sowa yaitu Rp 250.000, untuk menjelajahi Bung Kapuak harus mengeluarkan kocek Rp 150.000

Harga tersebut tidak sebanding dengan pengalaman yang akan didapatkan dan juga ilmu, untuk penginapan yang ada disana memiliki harga mulai dari Rp 200.00. 

Bahkan kuliner yang ada di perkampungan tersebut memiliki makanan khas yang sangat enak dan juga beranekaragam yang dapat memanjakan lidah.***

Rekomendasi