Sama-Sama Meraih Treble, Ini Perbedaan Taktik Pep Guardiola di Manchester City dan Barcelona

inNalar.com – Manchester City dinobatkan menjadi juara Liga Champions baru edisi 2022-2023.

Hal ini membuat mereka dinobatkan tim peraih treble winner kedua Liga Inggris setelah Manchester United.

Namun demikian, hal tersebut bukan merupakan prestasi pertama Pep Guardiola semenjak menjadi pelatih tim utama.

Baca Juga: Utamakan Pertahanan, Pelatih Baru Tottenham Hotspurs Berambisi Datangkan Kiper Ini Sebagai Rekrutan Pertama

Ia pernah memenangkan predikat serupa ketika menukangi Barcelona pada tahun 2008-2009.

Dengan prestasi itu, ia dikabarkan menjadi pelatih pertama dan satu-satunya yang memenangkan treble winner dengan dua tim yang berbeda.

Kendati demikian, ia memiliki beberapa strategi yang berbeda bagi kedua tim tersebut yang bermain di kondisi dan tempat yang berbeda pula.

Baca Juga: Mengukur Pentingnya Penggunaan Skin Preparation Sebelum Makeup, Benarkah Bisa Bikin Wajah Glowing Jadi Awet?

Barcelona pada 2008-2009 bermain di Liga Spanyol dimana Valencia dan Sevilla juga diperhitungkan dalam perebutan gelar juara selain Real Madrid dan Atletico Madrid.

Mereka bermain di Liga yang lebih taktis dan mengedepankan sisi strategi.

Adapun Manchester City musim 2022-2023 bermain di liga Inggris yang terkenal keras dan memerlukan fisik dan mental yang kuat.

Baca Juga: Tottenham Hotspurs Berniat Buat Manchester United Pincang Skuad, Gerilya Pemain Mulai Dilancarkan

Dibutuhkan keseimbangan antara Pressing tinggi saat pengausaan bola dan kemampuan bertahan yang baik saat serangan balik cepat ala Liga Inggris.

Berikut ini taktik dan gaya bermain kedua tim:

Guardiola mewujudkan visi bermain bola indah pertamanya saat menjadi pelatih Barcelona pada tahun 2008.

Baca Juga: Segera Racik Body Lation di Rumah Pakai Bahan Ini, Seminggu Kulit Udah Kayak Artis-Artis Korea

Dia membangun tim yang mengandalkan penguasaan bola, pergerakan tanpa bola dan tekanan tinggi untuk mendominasi lawan-lawannya.

Pelatih Spanyol itu juga memperkenalkan perubahan taktis yang revolusioner, seperti memainkan Lionel Messi sebagai ‘false nine’ dan menggunakan bek sayap yang bisa naik dan turun.

Barcelona 08/09 racikan Pep Guardiola menjadi tim yang mengubah gaya bermain sepak bola modern.

Baca Juga: 4 Cara Menghilangkan Bau ‘Terasi’ dan Mengatasi Lembap di Daerah Kewanitaan

Mereka menciptakan standar baru untuk keindahan dan efektivitas dalam permainan.

Memenangkan treble dengan mencetak 158 gol dan hanya kebobolan 43 gol di semua kompetisi merupakan hal yang sangat menakjubkan bagi tim Spanyol itu.

Mereka juga memecahkan rekor dengan rata-rata 69,9% penguasaan bola di Liga Champions.

Baca Juga: Tikung Arsenal dan Tottenham, AS Roma Sukses Datangkan Gelandang Lyon Houssem Aouar Melalui Kontrak Khusus

Di sisi lain, Manchester City 22/23 juga mengandalkan prinsip-prinsip dasar yang sama, tetapi dengan beberapa penyesuaian.

Tim ini lebih fleksibel dalam formasi dan peran pemainnya, bahkan terkadang bermain tanpa penyerang tengah atau bek tengah.

Manchester biru juga lebih pragmatis dan adaptif dalam menghadapi tim-tim yang bermain defensif, pressing tinggi, menggunakan umpan-umpan panjang, dan bahkan memiliki kelebihan di bola-bola mati.

Baca Juga: Berburu Kiper Baru, Manchester United Incar Yassine Bounou dan Jordan Pickford, Siapa yang Lebih Cocok?

Mereka dapat mengantisipasi segala jenis lawan dan memberikan reaksi yang tepat untuk akhirnya memenangkan laga.

The Citizens musim 2023-2023 mengadaptasi sepak bola modern dan dapat memenangkan treble dengan mencetak 165 gol dan hanya kebobolan 38 gol di semua kompetisi.

Mereka juga memecahkan rekor dengan rata-rata 75,4% penguasaan bola di Liga Champions walaupun tanpa bola-bola pendek sebanyak Barcelona.***(Dadang)

Rekomendasi