

inNalar.com – Salman Rushdie yang dikenal sebagai penulis Ayat-Ayat Setan yang kontoversial ditikam.
Penikaman Penulis Ayat-Ayat Setan, Salman Rushdie terjadi pada saat ia memberikan materi kuliah.
Salman Rushdie baru saja akan memberikan kuliah diserang di New York, Amerika Serikat pada Jumat, 12 Agustus 2022.
Menurut reporter Associated Press, Salman Rushdie terlihat ditikam dan dipukul oleh seorang tak dikenal.
“Salman kemungkinan akan kehilangan satu matanya. Saraf di lengannya terputus dan hatinya ditusuk dan luka parah,” kutip AFP news. Minggu, 13 Agustus 2022.
Hingga berita ini diturunkan, Salman Rushdie tengah menjalani perawatan di rumah sakit setempat.
Lalu pelaku penikaman Salman Rushdie telah ditangkap dan ditahan.
Kemudian apa saja fakta dari seorang Salman Rushdie yang membuat ia manjadi kontroversional.
Salman Rushdie adalah penulis yang melejit saat ia menulis buku berjudul The Satanic Verses atau Ayat-Ayat Setan.
Baca Juga: Link Twibbon Ucapan Selamat HUT RI ke 77 atau Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2022
Buku tersebut menuai kontroversi khususnya di negara Iran sejak tahun 1988. Hal itu terjadi bukan tanpa alasan.
Masyarakat Iran menganggap buku Ayat-Ayat Setan atau The Satanic Verses adalah sebuah penghinaan bagi umat muslim.
Dimana isi bukunya memberikan tanggapan bahwa Nabi Muhammad telah menganggap ayat-ayat itu dikeluarkan setan dengan beranggapan itu adalah wahyu.
Hal tersebut membuat pemimpin Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini mengeluarkan keputusan untuk menwarkan hadiah senilai $3 juta jika dapat membunuh Salman Rushdie. Kutip Agence France-Presse.
Kemudian Salman Rushdie melarikan diri ke Inggris dan diberi perlindungan oleh kepolisian dan tempat ia bersekolah di sana.
Baca Juga: 15 Link Twibbon HUT RI ke 77 dan Cara Pakainya, Dilengkapi Cara Bagikan Twibbon ke Medsos
Rushdie baru terbebas dari pelariannya pada akhir 1990-an setelah Iran pada 1998 mengatakan tidak ada lagi pembunuhan untuknya.
Setelah itu, saat ia tinggal di New York. Salman Rushdie mengeluarkan gambar Nabi Muhammad di majalah Prancis Charlie Hebdo, reaksi atas terbunuhnya staf majalah oleh oknum muslim pada 2015.
Reaksi muslim pada saat itu kembali meledak dengan meboikot setiap acara sastra yang dihadiri Rushdie.
Salman Rushdie lahir di India sebagai non-muslim, dan kini ia adalah seorang novelis yang berusia 75 tahun.***