Salman Rushdie dan Ayat Ayat Setan, Begini Profil dari Pengarang Yang Saat ini Viral Karena Tulisannya

inNalar.com – Salman Rushdie dan ayat ayat setan, begini profil dari pengarang yang saat ini viral karena tulisannya.

Sempat dikabarkan Salman Rushdie dalam novel karyanya ‘The Satanic Verses‘ atau orang-orang lebih mengenal ‘Ayat-Ayat Setan’.

Salman Rushdie telah diserang oleh pria tidak dikenal yaitu saat berada di atas panggung.

Baca Juga: Berikut Ini Cara Pakai Link Twibbon HUT RI ke-77, Ucapan Selamat Hari Kemerdekaan RI 2022

Dalam acara kuliah umum di Chautauqua Instution, New York, Amerika Serikat bahwa Salman Rushdie diserang orang tidak dikenal.

Namun sebenarnya siapa itu Salman Rushdie, mari kita berkenalan dengan penulis asal negara Eropa ini.

Salman Rushdie adalah seorang pengarang sejumlah buku yang memiliki kebangsaan Inggris.

Baca Juga: Kumpulan Ucapan Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 Tanggal 17 Agustus 2022

Lahir pada 19 Juni 1947 di Mumbai, India. Merupakan Sastrawan Penting di akhir abad ke-20.

Dirinya terkenal karena gaya tulisan yang merupakan campuran antara sejarah dan realisme magis.

13 buku yang pernah dia buat juga memenangkan beberapa penghargaan.

Baca Juga: Link Twibbon HUT RI ke 77 Tanggal 17 Agustus 2022, Berikut Cara Pakai dan Membagikannya

Diantaranya Booker Prize untuk Midnight’s Children pada tahun 1981 dan Booker of Bookers pada tahun 1993.

Saat menulis bukunya yang berjudul The Satanic Verses, dirinya mendapat kecaman keras dari dunia muslim.

Yaitu disebutkan tentang isi buku tersebut adaptasi dari riwayat Islam mengenai bagaimana Nabi Muhammad pernah membatalkan ayat-ayat.

Baca Juga: 20 LINK Twibbon Kartu Ucapan Selamat HUT Ke-77 RI, 17 Agustus 2022, Simak Cara Membuatnya di Sini

Saat itu menurut bukunya ayat ayat yang disampaikan kepada rakyat Quraisy yang menyebutkan bahwa ayat tersebut berasal dari setan.

Peristiwa itu disebut juga dengan peristiwa Ghaniriq yang memicu kecaman kepada dirinya.

Berbagai otoritas muslim dan Ayatollah Khomeni (pemimpin Iran) menyerukan bahwa Salman Rushdie seharusnya dibunuh.

Baca Juga: Ini Dia Profil Penjahit Bendera Indonesia Pada Masa Kemerdekan Indonesia, Ternyata Istri dari Soekarno

Namun, hal tidak terduga malah menimpa beberapa penerbit dari penerjemah bukunya ke bahasa lain.

Yaitu salah satunya Hitoshi Igarashi yang menerjemahkan buku tersebut ke bahasa Jepang.

Dirinya dibunuh dengan luka tusukan oleh seorang warga negara Bangladesh.

Baca Juga: Mengingat Sejarah Radio Hoso Kyoku: Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 dari Bandung

Selain itu juga ada Ettoro Capriola yang mengalami cidera serius akibat luka tusukan pada tanggal 3 Juli 1991.

Berikutnya ada penerbit buku dari Norwegia, William Nygaard yang mengalami luka serius setelah tertembak.

Namun dari Turki juga ada Aziz Nesin yang menjadi korban namun dirinya masih selamat.

Baca Juga: 20 Link Twibbon Ucapan HUT ke-77 RI 17 Agustus 2021, Lengkap dengan Cara Membuatnya

Diduga pada waktu itu Aziz berada di hotel dan hotel itu dibakar untuk memusnahkan Aziz, sehingga menewaskan 37 orang.

Namun pada saat kejadian Bahwa Aziz masih terselamatkan dari serangan itu.

Pada tahun 1983, Rushdie terpilih menjadi anggota Royal Society of Literature yaitu organisasi sastra senior Inggris.

Baca Juga: 6 Ide Lomba 17 Agustusan untuk Siswa TK dalam Menyambut HUT RI ke-77, Dijamin Unik dan Seru

Rushdie juga diangkat sebagai Commandeur de l’Ordre des Arts et des Lettres of France pada Januari 1999.

Sehingga pada Juni 2007, Ratu Elizabeth II memberikan dirinya gelar kebangsawanan atas jasanya di bidang sastra.

Pada tahun 2008, The Times menempatkannya di urutan ke-13 dalam daftar 50 penulis Inggris terbesar sejak 1945.

Baca Juga: Peristiwa Woodstock Festival, Fakta Dibalik Film Dokumenter Netflix Trainwreck: Woodstock ’99’ yang Tragis

Tahun 2000 Rushdie tinggal di Amerika Serikat dan dinobatkan sebagai Distinguished Writer in Residence di Arthur L.

Selain itu juga gelar Carter Journalism Institute of New York University pada tahun 2015.

Berikutnya Rushdie juga sempat mengajar di Universitas Emory dan terpilih dalam American Academy of Arts and Letters.

Baca Juga: Ini Alasan Bharada E Ganti Kuasa Hukum, Ronny Talapessy Menggantikan Deolipa dan Burhanuddin

Pada 2012, dirinya menerbitkan buku Joseph Anton: A Memoir, sebuah kisah hidupnya setelah kontroversi atas bukunya, The Satanic Verses.

Sehingga pada 12 Agustus 2022, Rushdie ditikam oleh seorang pria di saat dirinya akan memberikan pidato dalam suatu acara di Chautauqua, New York.

Begitulah sejarah singkat dari Salman Rushdie yang menulis buku kontroversial, sehingga membuat gempar rakyat muslim.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]