

inNalar.com – Anda pasti familiar dengan kalimat seperti “Jangan makan larut malam, nanti gemuk!” atau “Jangan banyak ngeluh, jalanin aja.”
Kalimat-kalimat semacam itu membentuk pola pikir kita bahwa makan saat larut malam dan mengeluh itu salah dan hanya mendatangkan keburukan bagi diri sendiri.
Nyatanya ada sisi positif dari kedua kebiasaan buruk tersebut, lho! Orang yang suka makan larut malam dan mengeluh cenderung lebih sehat daripada orang kebanyakan. Kok bisa? Apa ada kebiasaan buruk lain yang bermanfaat bagi diri kita?
Cari tahu jawabannya lewat uraian di bawah ini, yuk!
1. Makan Larut Malam
Banyak yang beranggapan bahwa makan saat larut malam akan membuat badan menjadi gemuk. Alasannya adalah karena tidak banyak akivitas yang akan kita lakukan pada saat itu. Setelah makan, beberapa orang mungkin akan lanjut bekerja, tetapi kebanyakan akan langsung tidur.
Energi yang tidak dikeluarkan setelah makan akan memicu timbulnya timbunan lemak yang menjadikan badan kita gemuk. Padahal, perut yang lapar malah akan membuat kita kesulitan tidur.
Jika kita kurang tidur, banyak risiko kesehatan yang akan mengancam tubuh kita, seperti penyakit jantung, stroke dan diabetes. Selama porsi makan masih normal, makan larut malam tidak akan berpengaruh pada berat badan.
2. Mengeluh
Memang menjengkelkan mendengar orang yang sering mengeluh, tetapi mengeluh ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan mental. Orang yang suka mengeluh tidak akan memendam emosinya sendiri. Hal tersebut akan membuatnya terhindar dari frustasi, stres, depresi dan berbagai penyakit mental.
3. Menggigit Kuku
Kebiasaan satu ini terkesan jorok karena dapat memudahkan kuman masuk ke dalam tubuh. Banyak orang beranggapan bahwa jika banyak kuman yang masuk ke tubuh, kita akan lebih mudah terkena penyakit.
Padahal, seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Dengan menggit kuku, tubuh akan mengenal berbagai jenis kuman. Dengan begitu, kekebalan tubuh akan lebih mudah terbentuk. Kita pun tidak akan mudah sakit.
Baca Juga: Hikmah dan Keutamaan Orang Sakit Menurut Buya Yahya: Pengabulan Doa Akan Mudah
4. Mengumpat
Mengumpat atau berkata kasar termasuk kebiasaan yang tidak sopan dan dapat menyakiti hati orang lain. Namun, di balik kesannya yang buruk, kebiasaan tersebut mengindikasikan banyak kebaikan dalam diri seseorang.
Melansir penelitian yang dimuat dalam jurnal Social Psychological and Personality Science, orang yang suka mengumpat cenderung lebih jujur dan memiliki integritas tinggi dan memiliki memori yang bagus mengenai kata-kata.
Dalam jurnal American Scientific, terdapat sebuah penelitian yang menemukan bahwa orang yang sering mengumpat akan lebih fasih mengeja kata-kata baru. Mereka juga dapat menemukan kosakata baru secara lebih cepat.
Menurut penelitian dari Keele University, mengumpat dapat meningkatkan toleransi rasa sakit, menghilangkan stres, dan memproses emosi negatif.
Baca Juga: Ciri-ciri dan Cara Mengatasi Toxic Positivity, Sisi Negatif Berpikir Positif
5. Berantakan
Tidak rapi dalam penataan ruangan ternyata juga termasuk kebiasaan buruk yang bermanfaat, lho! Orang-orang yang memiliki meja yang berantakan biasanya merupakan orang yang kreatif.
Dengan kreativitas yang mereka miliki, tantangan hidup dapat lebih mudah terlewati.Selain itu, meja berantakan juga menandakan bahwa pemiliknya memiliki fokus yang bagus. Ketika mengerjakan sesuatu, ia tidak akan risau dengan tingkat kerapian mejanya.
6. Makan Makanan Berlemak
Jangan terlalu menyiksa tubuh Anda saat diet dengan hanya mengkonsumsi lemak tak jenuh. Lemak jenuh yang terkandung dalam daging sapi, telur, dan susu pun dapat menjadikan Anda sehat tanpa membuat badan gemuk.
7. Gagal Diet
Kebiasaan buruk yang bermanfaat selanjutnya adalah gagal diet. Melakukan diet yang sehat bukanlah hal mudah. Orang seringkali tidak tahan dengan pola diet yang tidak membolehkan mereka memakan makanan berlemak jenuh.
Hal tersebut membuat mereka terus-terusan gagal berdiet. Namun, kebiasaan gagal diet justru akan menyehatkan tubuh Anda. Melakukan diet akan menyebabkan tubuh kehilangan berat badan, tetapi, toh berat badan Anda akan kembali normal dalam beberapa tahun ke depan. Kalau sudah begitu, Anda akan merasa perlu berdiet lagi.
Siklus ini biasa disebut weight cycling. Jika Anda terus mengalaminya, gula darah, insulin, dan tekanan darah bisa naik dan membahayakan kesehatan. Metabolisme pun akan melambat. Akan, tetapi, jika Anda sering gagal diet, risiko-risiko tersebut dapat Anda hindari.
Baca Juga: 8 Tips untuk Diet Sehat di Momen Lebaran Idul Fitri, Nggak Perlu Takut Lagi Berat Badan Naik
8. Ngemil
Masih seputar kebiasaan yang berhubungan dengan berat badan, nih. Ada kebiasaan ngemil. Kebiasaan tersebut sering membuat orang was-was mengenai berat badan. Oleh karena itu, banyak orang menggapnya sebagai kebiasaan buruk.
Padahal ngemil tidak sepenuhnya buruk. Ngemil di sela-sela waktu makan dapat membantu mengelola rasa lapar sehingga hal tersebut tidak akan terlalu menyiksa Anda. Beberapa makanan yang bagus untuk ngemil adalah buah dan kacang-kacangan serta keju. Kerupuk juga bisa menjadi salah satu pilihan cemilan Anda.
9. Makan Permen Karet
Seringkali orang menganggap makan permen karet merupakan kebiasaan yang buruk. Selain karena permen karet hampir tidak mengandung apapun selain gula, sejumlah orang yang suka makan permen karet kerap menjahili orang lain dengan menempelkan permen karet bekas di tempat yang tak terduga. Kebiasaan yang mengganggu ya?
Baca Juga: Rekomendasi Menu Buka Puasa Ramadhan 2022: Cara Membuat Es Alpukat Kental Manis
Faktanya, mengunyah permen karet merupakan kebiasaan buruk yang bermanfaat untuk mengurangi stres dan meningkatkan daya ingat serta konsentrasi. Cocok, nih, untuk Anda yang mudah lupa dan sulit fokus.
Nah, itulah tadi beberapa kebiasaan buruk yang bermanfaat bagi tubuh kita. Ada baiknya Anda tidak melakukannya secara berlebihan karena walaupun punya sisi baik, hal-hal tersebut tetap akan berdampak buruk bagi Anda dan orang lain jika tidak terkontrol dengan baik.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi