

inNalar.com – Seperti yang kita tahu Candi Borobudur di Indonesia adalah salah satu situs warisan dunia UNESCO.
Candi Borobudur ini tidak hanya dikenal karena keindahan arsitektur dan nilai sejarahnya, tetapi juga karena makna spiritual yang mendalam.
Hal tersebut hingga menarik sutradara Ron Fricke untuk memasukkan Candi Borobudur ke dalam filmnya yang berjudul Samsara pada tahun 2011.
Baca Juga: 6 Kebiasaan Unik Suku Himba di Afrika Selatan, No 2 Pasti Kamu Terkejut dan No 5 Siap Geleng Kepala
Di dalam Samsara, situs ini dihadirkan sebagai simbol perjalanan spiritual dan refleksi kehidupan.
Film ini mengeksplorasi tema siklus kehidupan, kematian, dan reinkarnasi, yang sangat sejalan dengan ajaran Buddha yang diwakili oleh salah satu situs warisan dunia ini.
Pada awal dibangunnya situs ini ditujukan sebagai tempat suci untuk memuliakan ajaran Buddha dan menggambarkan perjalanan spiritual menuju pencerahan.
Baca Juga: Salah Satu Daerah di Jawa Tengah Ada yang Berjuluk Kota Cheater, Jangan-Jangan Kotamu?
Relief-relief yang terdapat di situs ini menceritakan kisah-kisah penting dalam ajaran Buddha, mengajak pengunjung untuk merenungkan makna kehidupan.
Bangunan ini berfungsi sebagai mandala, simbol kosmos dalam tradisi Buddhis, yang menggambarkan perjalanan menuju pencerahan.
Dan melalui penggambaran visual yang menakjubkan dalam Samsara, penonton diajak untuk merasakan fungsi dan makna dari setiap relief yang ada.
Baca Juga: 150.000 Tomat Ludes! Begini Uniknya Festival Perang La Tomatina di Spanyol
Candi Borobudur, dengan desain arsitektur yang megah dan detail relief yang rumit, menjadi salah satu contoh terbaik dari warisan budaya.
Sehingga menarik perhatian Ron Fricke untuk mengabadikan situs ini melalui visual yang memukau di dalam karya dokumenternya yang berjudul Samsara.
Candi Borobudur tampil sebagai simbol ketenangan dan keabadian dari sebuah tempat di mana waktu seolah berhenti.
Pada bangunan ini terdapat begitu banyak relief yang menghiasi setiap sudutnya.
Tetapi relief-relief ini tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya moralitas dan etika dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu relief paling terkenal pada situs warisan dunia yang berda di Indonesia ini adalah Karmawibhangga.
Relief ini menjadi penggambaran dari adanya hukum sebab-akibat dalam ajaran Buddha.
Karmwibhangga ini menunjukkan bagaimana tindakan baik atau buruk seseorang akan mempengaruhi kehidupan mereka di masa depan.
Seolah situs ini mengajak untuk merenungkan lebih dalam mengenai hubungan antara tindakan manusia dan konsekuensinya.
Tentu saja hal ini tidak luput dari sorotan Ron Fricke karena karya filmnya ini mengeksplorasi konsep yang sama dengan relief tersebut.
Dalam karyanya Fricke berhasil menampilkan keindahan sekaligus juga tantangan kemanusiaan yang dihadapi oleh banyak orang di seluruh dunia.
Pada hal ini, Candi Borobudur sebagai simbol spiritualitas mengingatkan kita akan pentingnya kesadaran sosial dan tanggung jawab terhadap sesama.***