Saingi Rotterdam Belanda, Jalan Tol Solo-Ngawi Miliki Jembatan Berstruktur Estetik, Gunakan Penghubung Khusus


inNalar.com – Jembatan di Indonesia, bukan hanya memiliki stuktur baja yang kuat ataupun unik, namun banyak juga yang memenuhi unsur estetik.

Seperti yang terdapat pada jalan Tol Solo-Ngawi bernama Klodran, menjadi ikon tersendiri bila melakukan perjalanan melewati tol Trans Jawa.

Dilansir inNalar.com dari laman Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR atau BPJT, diketahui bahwa Jembatan ini memenuhi unsur estetik, karena dibangun dengan menggunakan cable stayed.

Baca Juga: Dulu Tempat Persembunyian Orang Asing, Gua di Sumatera Utara Ini Jadi Wisata Gratis, Pernah Berkunjung?

Cable stayed merupakan jenis penghubung jalan yang memiliki bentangan panjang atau kabel, dengan tingkat kesulitan cukup tinggi.

Sehingga pembangunan tipe jembatan seperti ini tidak dapat diaplikasikan pada bangunan yang kompleks, meskipun hasilnya memiliki sisi kemenarikan tersendiri.

Biasanya, digunakan untuk menghubungkan dua wilayah berseberangan, yang dipisahkan oleh lembah, sungai, maupun tanah datar dengan penahan beban.

Baca Juga: Cukup Bayar Rp10.000, Wisata di Desa Rahtawu Kudus Ini Disebut Mampu Lepaskan Hawa Panas

Cable stayed juga terdiri dari satu atau beberapa kolom dengan kabel yang mendukung dek jembatan, seperti pada beberapa penghubung jalan lain di Indonesia.

Seperti jembatan Suramadu Jawa Timur, Merah Putih Maluku, Soekarno Sulawesi Utara, Pulang Balang Kalimantan Timur, dan beberapa lainnya.

Struktur Jembatan Klodran yang ada di Jalan tol Solo ini, tak kalah menarik dan estetik dibanding struktur serupa di Kota Rotterdam, Belanda yaitu Erasmus Bridge.

Baca Juga: Desa Wisata Sei Gohong Kalimantan Tengah Jadi Solusi Ampuh Belajar Budaya Dayak, Ada Layanan Apa Aja?

Sebagai informasi, Jalan Tol Solo-Ngawi merupakan bagian dari jaringan Tol Trans Jawa yang menghubungkan dua provinsi yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur, dengan total keseluruhan panjang 90,43 km3.

Terdiri dari dua segmen, yakni Junction-Kartasura-Karanganyar sepanjang 20,9 km, Karanganyar-Simpang Susun Sragen sepanjang 14,3 km.

Serta Segmen Simpang Susun Sragen-Simpang Susun Ngawi sepanjang 54,9 km, yang dikonstruksi oleh BUJT.

Selain itu, Jalan Tol Solo-Ngawi memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, dengan memangkas waktu perjalanan lebih cepat menjadi hanya 1 hingga 1,5 jam saja.

Awalnya waktu yang ditempuh dalam perjalanan menggunakan jalur dari Solo ke Ngawi membutuhkan sekitar 2-3 jam.

Keberadaan tol Solo-Ngawi ini selain meningkatkan aksesibilitas wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, juga bisa menggerakkan roda perekonomian di sekitar wilayah jalan tol.

Memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong sektor pariwisata di wilayah Solo, dan juga tetap memperhatikan keindahan tol selama perjalanan berlangsung, dengan keberadaan jembatan Klodran.

Jadi jika melewati jalan tol Solo-Ngawi ini, jangan sampai ketinggalan moment untuk melihat struktur jembatan secara langsung.

Inilah gambaran dari jembatan Klodran di Solo, yang memiliki unsur estetik tak kalah dibanding Erasmus Bridge, Belanda.***

 

Rekomendasi