

inNalar.com – Benda yang paling terang di langit malam yang kita tahu selama ini adalah bintang.
Hal ini karena jarak bumi dari bintang-bintang yang bersinar di langit malam itu jaraknya jutaan tahun cahaya.
Tapi, tahukah kamu kalau ternyata, di masa modern ini, ada benda lain yang jauh lebih terang daripada bintang?
Baca Juga: Bedanya Tipis! 5 Kecamatan di Ambon Maluku Ini Dapat Dana Desa Terbesar, Nomor 1 Bukan Sirimau?
Benda paling terang ini juga bukan merupakan bulan, planet lain, atau benda langit lainnya. Justru sebaliknya, benda ini adalah benda ciptaan manusia.
Benda yang dimaksud adalah sebuah satelit telekomunikasi bernama BlueWalker 3 yang diterbangkan pada 10 September 2022.
Satelit telekomunikasi BlueWalker 3 ini kadang cahayanya mengungguli bintang-bintang lain yang ada di langit malam.
Baca Juga: Studi Ungkap Memeluk Pohon Mampu Atasi Stress Sekaligus Tingkatkan Imunitas, Jangan Anggap Remeh!
Dikutip inNalar.com dari SPACE, “Sulit untuk diterima, tapi, (satelit) ini sangat terang bagi pengamat langit di seluruh dunia,” kata Meredith Rawls, salah satu penulis makalah tentang temuan tersebut.
Meredith Rawls juga merupakan seorang anggota dari IAU Center for the Protection of the Dark and Quiet Sky from Satellite Constellation Interference (IAU CPS).
BlueWalker 3 memiliki struktur yang masif yang dikenal sebagai phased-array antenna.
Sususan (array) tersebut memiliki luas sekitar 64 meter persegi dengan panel-panel yang bersifat reflektif.
Karena itu, satelit telekomunikasi BlueWalker 3 ini seperti cermin raksasa yang terus-menerus memanulkan sinar matahari ke arah bumi.
Satelit telekomunikasi BlueWalker 3 ini sama terangnya dengan bintang paling terang di 89 konstelasi Canis Minor dan Eridanus.
Oleh karena itu, dengan sebegitu terangnya satelit telekomunikasi ini menyulitkan para ahli astronomi yang menggunakan teleskop berbasis darat untuk mengamati langit malam.
Selain tingkat keterangannya yang mengalahkan tingkat terang bintang-bintang, satelit komunikasi BlueWalker 3 ini juga dapat menghadirkan sumber kebisingan tambahan bagi ahli astronomi yang menggunakan teknologi radio.
Beberapa ahli astronomi profesional dari Chili, AS, Meksiko, Selandia Baru, Belanda, dan Maroko beserta Eggl melakukan observasi internasional untuk menilai dampak kecerahan dari satelit telekomunikasi BlueWalker 3.
Observasi ini dilakukan sebelum satelit telekomunikasi BlueWalker 3 memasang antenanya.
Hasilnya, tingkat keterangan satelit melonjak dari +6 ke +0,4 seterang Procyon dan Achernar, bintang paling terang di 89 konstelasi Canis Minor dan Eridanus.
“Jika semua satelit seterang satelit konstelasi sekarang (BlueWalker 3), ini akan mengubah langit malam sepenuhnya! Hal ini akan membuat pengamatan astronomi jadi semakin sulit,” jelas Eggl seperti yang dikutip dari DownToEarth.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi