Sahamnya Diborong Sandiaga Uno, Merdeka Copper Alami Kenaikan Pendapatan Fantastis Pada Kuartal III 2023

inNalar.com – Beberapa waktu lalu, emiten milik Sandiaga Uno, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), tercatat memborong kepemilikan saham di PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Sebelumya, emiten milik Sandiaga Uno ini memiliki saham sebanyak 4.477.141.397 saham atau setara dengan 18,57%.

Kemudian, pada September 2023 lalu, SRTG kembali menambah muatan lembaran kepemilikan mereka sebanyak 7,22 juta.

Baca Juga: Dibangun 12 Tahun Lebih, Pelabuhan di Tanah Laut Kalsel Ini Sempat Bikin Investor Asing Proyek Kereta Api Minta Ubah Rute, Ternyata Ini Penyebabnya

Dengan begitu, per September 2023, perusahaan milik Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf RI) ini naik menjadi 4.484.361.397.

Bersamaan dengan pemborongan lembaran stock milik MDKA oleh SRTG ini, perusahaan yang memiliki usaha Tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi ini juga mengalami kenaikan penghasilan.

Dilansir dari BEI, pendatan usaha dari PT Merdeka Copper Gold Tbk per September 2023 mengalami kenaikan yang sangat drastis.

Baca Juga: Dananya Capai Rp671,5 Miliar, Bandara di Papua Ini Bisa Tampung 289 Ribu Penumpang Tiap Tahun, Desainnya…

Adapun penghasilan milik perusahaan ini naik sebesar 86,92% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni September 2022.

Per kuartal III tahun 2023 atau September 2023, penghasilan dari badan usaha ini mencapai angka US$1,17 miliar atau setara dengan Rp18,14 triliun. (kurs US$1 = Rp15.500)

Sedangkan pada September 2022, penghasilan perusahaan ini berada di kisaran Rp626 juta atau setara dengan Rp9,7 triliun. (kurs US$1 = Rp15.500)

Baca Juga: Kuras APBN Sebesar Rp2,68 Triliun, Pembangunan Bendungan di Aceh Ini Sempat Terhenti, Apa Masalahnya?

Adapun keseluruhan pendapatan milik PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ini sebagian besar berasal dari penjualan emas, perak, katoda tembaga, feronikel dan nickel matter.

Dari penjualan tersebut, ekspor mineral masih mendominasi dengan menyumbang pendapatan sebesar US$725,74 juta.

Kemudian, penjualan domestik berada di bawah ekspor dengan menyumbang penghasilan sebesar US$445,2 juta.

Baca Juga: Digarap Lebih dari 2 Tahun, Pemprov Kalimantan Selatan Kejar Target Proyek Jalan Nasional Rp34 Miliar di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kapan Selesai?

Selain dari penjualan, penghasilan perusahaan ini juga datang dari kegiatan lain-lain sebesar US$2,78 juta.

Akan tetapi, meski tercatat telah mengalami kenaikan penghasilan per September 2023, total beban pokok pendapatan juga ikut bertambah.

Per September 2022 lalu, beban pokok ini hanya berada di kisaran US$481,9 juta saja atau setara dengan Rp7,47 triliun. (kurs US$1 = Rp15.500)

Baca Juga: Telan Dana Rp310 Miliar, Smelter Pertama di Kalimantan Tengah Ini Dipasok Listrik PLN 39 MVA

Sedangkan per kuartal III tahun 2023, biaya pokok penghasilan naik menjadi US$1,05 miliar atau setara dengan Rp16,3 triliun. (kurs US$1 = Rp15.500). ***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]